Sukses

Sederet Rencana RMK Energy Usai Debut di BEI

Liputan6.com, Jakarta - PT RMK Energy Tbk resmi mencatatkan saham di Bursa efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 7 Desember 2021. Saham RMK Energy diperdagangkan dengan kode RMKE.

Direktur Utama PT RMK Energy Tbk, Tony Saputra mengungkapkan IPO ini jadi tonggak sejarah perseroan. Sekaligus menegaskan, perseroan adalah perusahaan yang menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi.

Walaupun di tengah kondisi pandemi yang sedang terjadi, RMK Energy tetap dapat bertumbuh dan optimis untuk terus mengembangkan bisnisnya. Sehingga dapat menjadi perusahaan publik yang terus bertumbuh dengan menerapkan prinsip tata kelola yang sehat.

"Dengan kegiatan usaha yang terintegrasi serta terus meningkatkan kualitas dan tata kelola perusahaan yang baik, perseroan optimis dapat bertumbuh jadi penyedia jasa logistik batu bara terbesar di Sumatera Selatan dan Indonesia," ujarnya dalam Seremoni Pencatatan Perdana Saham RMKE, Selasa (7/12/2021).

PT RMK Energy Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa logistik batu bara dan trading batu bara. Lingkup bisnisnya meliputi bongkar muat di stasiun kereta api, pengangkutan ke pelabuhan serta pemuatan ke tongkang dan usaha perdagangan batu bara.

"Ke depannya, RMKE memiliki target untuk menjadi pelabuhan batu bara yang mampu mengapalkan minimum 25 juta ton per tahun. Dengan pertimbangan jumlah traffic di sungai per hari dan juga kapasitas yang masih dapat di bangun di pelabuhan,” ungkap Tony.

Tak hanya itu, perseroan berencana mengembangkan stasiun pembongkaran kereta api dengan kapasitas lebih dari 17 juta ton per tahun, membangun stasiun muat khusus batu bara di hulu lokasi pertambangan batu bara.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Pelabuhan Terintegrasi

Saat ini pelabuhan milik perseroan yang terletak di Sumatera Selatan adalah satu-satunya Tersus (Terminal Khusus) batu bara swasta di seluruh Indonesia yang terintegrasi dengan kereta api.

Dengan menggunakan infrastruktur logistik Perseroan, tambang-tambang yang terletak di area pedalaman akan menjadi lebih kompetitif dengan biaya transportasi yang lebih rendah. Sehingga dapat memaksimalkan produksi batu bara dari Sumatera Selatan yang memiliki cadangan batu bara terbesar di seluruh Indonesia.

"Perseroan juga akan mengembangkan sayap usaha ke jasa penunjang industri batu bara. Seperti kontraktor hauling, kontraktor tambang, ataupun jasa pendukung lainnya. Serta tidak menutup kemungkinan untuk mengakuisisi ataupun bekerjasama untuk tambang-tambang potensial,” ujar dia.