Sukses

Waskita Karya Bidik Kontrak Baru hingga Rp 30 Triliun pada 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WKST) mengincar kontrak baru Rp 25 triliun-Rp 30 triliun pada 2021. Kontrak baru itu akan berasal dari proyek pemerintah, anak perusahaan dan swasta.

"Target tahun depan kurang lebih Rp 30 triliun, kita harapkan untuk kontrak baru,” ujar Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, Destiawan Soewardjono saat diskusi virtual yang digelar Indonesia Investment Education (IIE), Sabtu (4/12/2021).

Ia mengatakan, kontrak baru itu akan didominasi dari proyek pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN). Hal ini seiring anggaran infrastruktur masih tinggi.  "Proyek pemerintah infrastruktur, jalan, bendungan akan menjadi fokus tahun depan,” kata dia.

Perseroan berharap kontrak baru dari proyek yang dikerjakan dapat hasilkan aliran dana positif sehingga mengurangi kredit modal kerja.

"Cash flow dari proyek tersebut itu akan positif. Kalau terjadi tidak perlu modal kerja perbankan. Proyek bisa mendanai sendiri, kami fokuskan ke depan akan kurangi nilai dan volume kredit modal kerja. Proyek itu bisa mendanai sendiri,” ujar dia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kontrak Baru Waskita Karya hingga Kuartal III 2021

Sebelumnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memperolehan nilai kontrak baru sebesar Rp 12,01 triliun hingga kuartal III 2021. Raihan kontrak baru ini setara 72 persen dari target yang dicanangkan perusahaan.

"Kontrak baru yang kami capai sebesar Rp 12 triliun. Jadi ini (realisasinya) 50 persen lebih,” ungkap Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono dalam virtual Press Conference, Kamis, 4 November 2021.

Kontrak baru tersebut terdiri dari proyek investasi/business development (68,05 persen), Pemerintah (24,96 persen), proyek BUMN (4,48 persen) dan proyek swasta (2,51 persen).

Berdasarkan tipe proyek, pencapaian kontrak baru tersebut berasal dari Jalan & Jembatan (58,89 persen), Bangunan (13,03 persen), Infrastruktur Air (12,30 persen), Anak Usaha (11,40 persen), EPC (3,50 persen) dan lain-lain (0.88 persen).

Perseroan menargetkan total perolehan nilai kontrak baru 2021 adalah sekitar Rp 20,68 triliun. Saat ini Perseroan masih optimistis untuk dapat mencapai target nilai kontrak baru sampai dengan akhir tahun dengan likuiditas yang jauh lebih baik dan struktur biaya operasional yang lebih efisien.

"Ada beberapa project yang kami sasar. Mudah-mudahan ini bisa bisa berjalan dan final di tahun 2021. Sehingga masih kurang kurang lebih 40 persen bisa waktu 2 bulan itu terpenuhi,” kata dia.

Ke depan, manajemen akan terus berupaya menjamin going concern Perseroan dengan implementasi program 8 stream penyehatan keuangan Waskita Karya (WSKT).