Liputan6.com, Jakarta - Alam kubur adalah persinggahan pertama manusia setelah meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat. Di sanalah proses manusia saat didatangi malaikat di kubur berlangsung, momen menggetarkan yang menentukan nasib seorang hamba sebelum hari kebangkitan tiba.
Dua malaikat yang dikenal dengan nama Munkar dan Nakir datang menjumpai setiap jenazah untuk menguji keimanan dan keyakinannya semasa hidup. Para ulama ahli hadits seperti Imam Ibnu Abi Ashim, Imam Ibnu Abdil Barr, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan al-Hafidz Ibnu Rojab telah menegaskan bahwa hadits-hadits tentang adzab dan pertanyaan kubur mencapai derajat mutawatir.
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan penetapan adanya fitnah kubur merupakan madzhab Ahli Haq, berbeda dengan pendapat Mu'tazilah yang mengingkarinya. Maka itu, setiap muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri sejak semasa hidup, mengingat pentingnya fase ini.
Advertisement
Pemahaman tentang proses kedatangan dan pertanyaan malaikat tersebut menjadi pendorong untuk senantiasa memperbaiki amal dan memperkuat keimanan. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan mengenai proses manusia saat didatangi Malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an, hadits-hadits shahih, serta penjelasan para ulama.
Proses Manusia Saat Didatangi Malaikat di Kubur
Proses manusia saat didatangi Malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur dapat diuraikan secara komprehensif sebagai berikut:
1. Saat Jenazah Diletakkan di dalam Kubur
Proses dimulai ketika jenazah telah selesai diletakkan di dalam liang kubur. Rasulullah SAW bersabda:
"Jika seorang hamba (jenazahnya) sudah diletakkan di dalam kuburnya, dan saudara, kerabat serta teman-temannya sudah berpaling pergi meninggalkannya, dan ia dapat mendengar gerak langkah sandal-sandal mereka, maka datanglah kepadanya dua malaikat..."
Pada momen inilah, ketika para pelayat telah meninggalkan lokasi pemakaman, Malaikat Munkar dan Nakir mulai mendatangi jenazah untuk melaksanakan tugas mereka. Meskipun jenazah telah meninggal dunia, rohnya dikembalikan ke dalam jasad sehingga ia dapat mendengar, merasakan, dan merespons pertanyaan yang diajukan kepadanya.
2. Kedatangan Malaikat Munkar dan Nakir
Setelah para pengantar jenazah berpulang, dua malaikat datang menjumpai si mayit. Rasulullah SAW menggambarkan penampilan kedua malaikat ini dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
"Jika mayat, atau seseorang dari kalian, dikuburkan, maka ia akan didatangi oleh dua Malaikat yang berwarna hitam kebiru-biruan. Yang satu bernama Munkar dan yang satu lagi bernama Nakir."
Dalam riwayat lain yang termaktub dalam kitab Mu'jam milik Imam ath-Thabrani, Abu Hurairah meriwayatkan gambaran yang lebih rinci: "Mata keduanya seperti belanga tembaga, taring keduanya seperti tanduk sapi, dan suaranya seperti halilintar."
Imam al-Hafizh Abu Abdullah bin Mandah dalam kitabnya ar-Ruh wan-Nafs menerangkan bagaimana kedua malaikat ini mendatangi jenazah, ‘suaranya seperti halilintar yang menggelegar dan pandangannya seperti kilat yang menyambar’.
3. Proses Interogasi: Pertanyaan yang Diajukan
Malaikat Munkar dan Nakir mendudukkan si mayit dan mengajukan serangkaian pertanyaan yang menguji keimanannya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup:
"Siapa Tuhanmu?" (Man Rabbuka?)
"Apa agamamu?" (Ma Dinuka?)
"Siapa nabimu?" (Man Nabiyyuka?)
Selain tiga pertanyaan pokok tersebut, dalam kitab Busyrol Karim karya Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin disebutkan bahwa pertanyaan yang diajukan mencakup berbagai aspek keimanan, termasuk tentang tuhan, malaikat, agama, kitab, kiblat, rasul, takdir, nikmat dan siksa kubur, hari Kiamat, serta surga dan neraka.
4. Jawaban dan Balasan bagi Orang Mukmin
Bagi orang mukmin, ketika ditanya tentang Nabi Muhammad SAW, ia akan menjawab dengan penuh keyakinan:
"Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."
Malaikat pun berkata: "Kami tahu bahwa engkau akan mengatakan ini."
Kemudian, si mayit diperlihatkan tempat duduknya di neraka yang telah diganti oleh Allah dengan tempat duduk di surga.
Selanjutnya, kuburannya dilapangkan sejauh 70 x 70 hasta (sekitar 35 x 35 meter) dan diberikan cahaya di dalamnya. Dikatakan kepadanya: "Tidurlah." Si mayit bertanya: "Bolehkah aku kembali kepada keluargaku untuk mengabarkan kepada mereka?" Malaikat menjawab: "Tidurlah engkau seperti pengantin yang tidak akan dibangunkan kecuali oleh keluarga yang ia cintai."
5. Jawaban dan Balasan bagi Orang Kafir dan Munafik
Bagi orang kafir atau munafik, keadaannya sangat berbeda. Ketika ditanya tentang Nabi Muhammad SAW, ia menjawab:
"Aku tidak tahu. Aku ucapkan apa yang dikatakan orang-orang."
Malaikat berkata: "Kami sudah tahu bahwa engkau akan mengatakan ini."
Kemudian dikatakan kepada bumi: "Himpitlah orang ini." Maka bumi pun menghimpitnya sehingga tulang-belulangnya remuk. Ia senantiasa berada dalam keadaan disiksa sampai Allah membangkitkannya.
Dalam riwayat lain yang disebutkan dalam kitab ar-Ruh wan-Nafs, mayat yang kafir akan dipukul dengan tongkat besi oleh Malaikat Munkar dan Nakir. Kuburnya menyempit hingga tulang-tulang rusuknya tercecer, dan pintu neraka dibukakan di hadapannya sehingga ia melihat tempat duduknya di dalam neraka hingga tiba hari kiamat.
Pertanyaan Berlaku untuk Semua Manusia
Para ulama menegaskan bahwa pertanyaan Munkar dan Nakir bersifat umum untuk semua manusia yang meninggal dunia, tanpa terkecuali. Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin dalam Busyrol Karim menyatakan:
"Pertanyaan malaikat di kubur berlaku bagi setiap mukallaf."
Sekalipun jenazah dikremasi, disalib, tenggelam, dimakan binatang buas, dibakar hingga menjadi abu, atau jasadnya tersebar di angin, pertanyaan Munkar dan Nakir tetap akan datang menjumpainya.
Imam al-Qurthubi menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam hal ini, karena pertanyaan tersebut menyangkut roh dan keimanan, bukan semata-mata jasad fisik.
Golongan yang Dikecualikan dari Pertanyaan Kubur
Meskipun pertanyaan Munkar dan Nakir berlaku umum, terdapat beberapa golongan yang dikecualikan dari proses interogasi ini, sebagaimana disebutkan oleh Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin dalam Busyrol Karim dan dikutip oleh Al-Qurthubi:
• Para nabi - Mereka dimuliakan dan tidak akan ditanya di alam kubur
• Para syuhada - Orang yang gugur di medan perang
• Ash-Shiddiq - Orang yang sangat jujur dan membenarkan kebenaran
• Penjaga perbatasan (al-murabith) - Orang yang menjaga perbatasan daerah musuh
• Orang yang wafat karena sakit perut (al-mabthun)
• Orang yang melazimkan bacaan Surat Al-Mulk (Tabarok) setiap malam
• Orang yang melazimkan bacaan Surat As-Sajdah (Haa Miim As-Sajdah) setiap malam
• Orang yang mati terkena penyakit sampar (tha'un)
• Orang yang wafat pada hari Jumat
Mereka yang tidak ditanya oleh Munkar dan Nakir, tidak akan disiksa di dalam kuburnya.
Nasib Mukmin di Alam Kubur
Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin juga menegaskan bahwa setiap orang beriman, meskipun pernah bermaksiat, akan diberi taufiq oleh Allah untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir.
Bahkan jika awalnya tergagap-gagap, pada akhirnya ia akan diberikan kemudahan untuk menjawab dengan benar.
Hal ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, sekaligus menjadi pengingat bahwa keimanan yang benar dan keyakinan yang kokoh kepada Allah, Rasul-Nya, dan agama Islam adalah bekal utama untuk selamat dari fitnah kubur.
Hikmah Mengetahui Proses Manusia saat Didatangi Malaikat di Kubur
1. Meningkatkan kesadaran akan kehidupan setelah mati
Mengetahui proses interogasi di alam kubur membuka mata hati bahwa kehidupan tidak berakhir dengan kematian. Ada fase panjang yang harus dilalui setelah dunia, dimulai dari alam kubur. Hal ini mendorong seorang muslim untuk tidak terlena dengan gemerlap dunia dan senantiasa mempersiapkan bekal untuk akhirat.
2. Memperkuat keimanan kepada perkara ghaib
Proses kedatangan Malaikat Munkar dan Nakir adalah salah satu bentuk keimanan kepada yang ghaib. Keyakinan ini mengajarkan seorang muslim untuk beriman kepada hal-hal yang tidak terlihat oleh mata, tetapi telah diinformasikan oleh Rasulullah SAW. Ini menjadi salah satu ciri orang yang bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 3.
3. Mendorong perbaikan amal dan ibadah
Mengetahui bahwa setiap manusia akan ditanya tentang Tuhan, agama, dan nabinya mendorong seseorang untuk lebih serius dalam beribadah dan memperdalam ilmu agama. Kesadaran ini menjadikan ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan persiapan menghadapi pertanyaan kritis di alam kubur.
4. Memberikan motivasi untuk menghindari maksiat
Pengetahuan tentang dahsyatnya siksa kubur bagi orang kafir dan munafik menjadi peringatan keras untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kemunafikan. Setiap dosa yang dilakukan berpotensi menjadi beban berat saat menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir.
5. Meningkatkan rasa syukur dan harap kepada Allah
Bagi orang mukmin, proses interogasi diakhiri dengan kabar gembira berupa surga dan kelapangan kubur. Ini menjadi pengingat bahwa rahmat Allah sangat luas dan selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman. Seseorang akan semakin bersyukur atas nikmat iman dan berharap kepada pertolongan Allah saat menghadapi ujian kubur kelak.
Pertanyaan Seputar Malaikat Munkar Nakir
1. Apakah semua orang yang meninggal akan didatangi Malaikat Munkar dan Nakir?
Pertanyaan Munkar dan Nakir bersifat umum untuk semua manusia yang meninggal dunia, baik muslim maupun non-muslim, baik jenazahnya dikubur, dikremasi, disalib, tenggelam, dimakan binatang, atau jasadnya tersebar di angin. Namun terdapat golongan yang dikecualikan seperti para nabi, syuhada, ash-shiddiq, penjaga perbatasan, orang yang wafat karena sakit perut, orang yang rutin membaca Surat Al-Mulk setiap malam, dan mereka yang wafat pada hari Jumat.
2. Kapan tepatnya Malaikat Munkar dan Nakir datang ke kubur?
Malaikat Munkar dan Nakir datang setelah jenazah selesai diletakkan di dalam kubur dan para pelayat telah berpaling meninggalkan lokasi pemakaman. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa si mayit masih dapat mendengar suara langkah sandal para pelayat saat mereka meninggalkannya.
3. Apa saja pertanyaan yang diajukan Malaikat Munkar dan Nakir?
Pertanyaan pokok yang diajukan adalah: "Siapa Tuhanmu?", "Apa agamamu?", dan "Siapa nabimu?" Selain itu, pertanyaan juga mencakup tentang malaikat, kitab, kiblat, rasul, takdir, nikmat dan siksa kubur, hari Kiamat, serta surga dan neraka.
4. Bagaimana rupa Malaikat Munkar dan Nakir?
Malaikat Munkar dan Nakir digambarkan berwarna hitam kebiru-biruan. Mata keduanya seperti belanga tembaga, taring keduanya seperti tanduk sapi, dan suaranya seperti halilintar yang menggelegar. Mereka menaburkan tanah dengan taringnya dan menggali tanah dengan rambutnya, dengan pandangan seperti kilat yang menyambar.
5. Apakah orang mukmin yang bermaksiat tetap bisa menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir?
Setiap orang beriman, meskipun pernah bermaksiat, akan diberi taufiq oleh Allah untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Bahkan jika awalnya tergagap-gagap, pada akhirnya ia akan diberikan kemudahan untuk menjawab dengan benar. Ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834999/original/045552600_1715939587-medium-shot-islamic-man-grieving.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2380125/original/048137900_1539175643-Zaskia_Adya_Mecca__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304789/original/010409200_1784772019-20260722_164034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)