Sukses

CEO Twitter Jack Dorsey Mengundurkan Diri

Liputan6.com, New York - CEO Twitter Jack Dorsey mengundurkan diri dari posisinya yang segera efektif. Twitter menyatakan, Chief Technology Officer (CTO) Parag Agrawal akan mengambil alih posisi Jack Dorsey.

Jack Dorsey (45) menjabat sebagai CEO Twitter dan Square, perusahaan pembayaran digitalnya. Dorsey akan tetap menjadi anggota dewan hingga masa jabatannya berakhir pada rapat pemegang saham Twitter 2022. Presiden Salesforce dan COO Bret Taylor akan menjadi ketua dewan menggantikan Patrick Pichette, mantan eksekutif Google yang akan tetap berada di dewan sebagai ketua komite audit.

“Saya memutuskan untuk meninggalkan Twitter karena saya yakin perusahaan siap untuk beralih dari pendirinya," ujar Dorsey dalam sebuah pernyataan dilansir dari CNBC, Selasa (30/11/2021).

Akan tetapi, ia tidak memberikan detil tambahan tentang alasan memutuskan mengundurkan diri.

Dorsey yang ikut mendirikan raksasa media sosial pada 2006 menjabat sebagai CEO hingga 2008 sebelum dikeluarkan dari posisi itu. Ia kembali memimpin Twitter pada 2015 setelah mantan CEO Dick Costolo mengundurkan diri.

Saham Twitter telah naik 85 persen sejak Dorsey mengambil alih sebagai CEO pada 5 Oktober 2015. Saham Square telah melonjak 1.566 persen sejak ipo pada 19 November 2015. Namun, saham Twitter turun 2,74 persen pada Senin, 29 November 2021.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Pengganti Jack Dorsey

Agrawal (37) harus memenuhi tujuan internal Twitter yang agresif. Perseroan menargetkan memiliki 315 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi pada akhir 2023 dan setidaknya menggandakan pendapatan tahunan pada tahun itu.

Agrawal yang menjabat sebagai CTO sejak 2017 tetlah bergabung dengan Twitter selama lebih dari satu decade. Ia bertanggung jawab atas strategi yang melibatkan kecerdasan buatan dan artificial intelligence dan machine learning. Ia membuat tweet di timeline pengguna lebih relevan untuk mereka.

Agrawal sebelumnya juga ditugaskan untuk menemukan pemimpin untuk Project Bluesky, sebuah proyek penelitian yang diluncurkan Twitter untuk menetapkan standar terbuka dan terdesentralisasi untuk platform media sosial.

Sebelumnya Dorsey mengatakan Bluesky akan membantu perusahaan media sosial berkolaborasi tentang bagaimana unggahan dipromosikan ke pengguna dan akan memberi pengguna lebih banyak kontrol atas konten yang dilihat.

Bluesky juga dapat mempermudah jejaring sosial untuk memberlakukan pembatasan terhadap ujaran kebencian dan penyalahgunaan lainnya yang pada dasarnya membantu berbagi beban dengan biaya lebih rendah.

Agrawal mengadakan magang penelitian di AT&T, Microsoft dan Yahoo sebelum bergabung dengan Twitter.

Dorsey menuturkan melalui email yang dipublikasikan di Twitter, Agrawal telah menjadi pilihannya untuk memimpin perusahaan mengingat seberapa dalam dia memahami perusahaan dan kebutuhannya.

3 dari 3 halaman

Tanggapan Elliott Management

Dorsey hampir digulingkan tahun lalu ketika pemangku kepentingan Twitter Elliiot Management berusaha menggantikan Dorsey.

Pendiri Elliott Management dan investor miliarder Paul Singer bertanya-tanya apakah Dorsey harus menjalankan kedua perusahaan public itu. Singer meminta Dorsey mundur sebagai CEO sebelum perusahaan investasi capai kesepakatan dengan manajemen Twitter.

Elliott mengeluarkan pernyataan kolaborasinya dengan Jack dan Twitter selama beberapa tahun terakhir telah produktif.

“Twitter sekarang menjalankan rencana multi-tahun yang ambisius untuk secara dramatis meningkatkan jangkauan dan valuasi perusahaan, Kami menantikan bab berikutnya dari kisah Twitter,” ujar Managing Partner Jesse Cohn dan Senior Portfolio Manager Marc Steinberg.

“Setelah mengenal chairman Bret Taylor dan CEO baru Parag Agrawal kami yakin mereka pemimpin tepat untuk Twiter pada momen penting bagi perusahaan,”