Sukses

Jurus Indika Energy Genjot Pendapatan Selain Sektor Batu Bara

Liputan6.com, Jakarta - PT Indika Energy Tbk (INDY) optimistis pendapatan pada 2025 tak hanya datang dari sektor batu bara. Tak tanggung-tanggung emiten berkode INDY ini optimistis 50 persen pendapatan datang dari luar batu bara seiring inovasi yang dilakukan.

Vice President Director and Group CEO Indika Energy, Azis Armand menegaskan bila pihaknya memiliki sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut.

"Seperti diketahui Indika Energy memiliki sektor diversifikasi dan juga decarbonization. Untuk diversifikasi, saat ini terbagi pada 3 pilar, salah satunya sumber daya energi, di mana di dalam ini kita memiliki PT Kideco Jaya Agung (Kideco) dan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) yang masih bergerak di sektor batu bara," kata dia, Rabu (4/8/2021).

Selain itu, perusahaan juga memiliki kontrak tambang batu bara dan EPC services oil and gas. Dalam hal ini terdapat PT Petrosea Tbk dan PT Tripatra Multi Energi.

"Lalu ada transportation of bulk material di sini kita memiliki MBSS. Kita ada ekpansi yang sudah masuk tahap akhir. Ini tidak berkaitan langsung dengan batu bara," ujarnya.

Tak hanya itu, Indika Energy akan masuk ke sektor infrastruktur dan logistik. Sektor besar lain yang juga menjadi perhatian perseroan ialah mineral.

"Kami memiliki PT Nusantara Resources Limited bergerak dalam bidang pertambangan emas. Terdapat juga PT Electra Mobilitas Indonesia yang membuat motor listrik," tuturnya.

Terdapat juga PT Xapiens Teknologi Indonesia yang fokus pada bidang enterprise informasi dan teknologi, PT Zebra Cross Teknologi yang menggarap jasa teknologi digital.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham INDY

Pada penutupan sesi pertama, saham INDY naik 0,37 persen ke posisi Rp 1.370 per saham. Saham INDY dibuka stagnan di posisi Rp 1.365.

Pada pembukaan sesi kedua, total frekuensi perdaganan 1.052 kali dengan volume perdagangan 38.911. Nilai transaksi harian saham Rp 5,3 miliar.