Sukses

IHSG Masih Betah di 2 Zona, Investor Asing Lepas Saham BBRI hingga MARI

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada perdagangan saham Rabu (16/6/2021). Laju IHSG tertekan ini mengikuti wall street dan bursa saham Asia yang merosot. Selain itu, investor asing cenderung lepas saham.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG melemah 0,29 persen ke posisi 6.071,43. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tergelincir 0,3 persen ke posisi 6.065. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,91 persen ke posisi 887,01. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. IHSG naik 0,22 persen ke posisi 6.101.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi 6.076,49 dan terendah 6.049,57. Sebanyak 237 saham melemah sehingga menekan IHSG. 133 saham menguat dan 171 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 115.481 dan volume perdagangan 1,9 miliar saham. Nilait ransaksi harian saham Rp 1,3 triliun. Investor asing jual saham Rp 143,80 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 14.215.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham IDXTechno naik 15,83 persen dan bukukan penguatan terbesar. Diikuti sektor saham IDXFinance susut 1,09 persen dan IDXCylical melemah 0,67 persen.

2 dari 5 halaman

Top Gainers dan Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham TRUE naik 25 persen

-Saham ROCK naik 24,34 persen

-Saham HDFA naik 24,44 persen

-Saham ATIC naik 24,34 persen

-Saham PANI naik 29,31 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham MGLV turun 9,94 persen

-Saham CBMF turun 7 persen

-Saham YELO turun 6,96 persen

-Saham POLL turun 6,91 persen

-Saham BHIT turun 6,9 persen

3 dari 5 halaman

Aksi Investor Asing

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham MDKA sebesar Rp 13,6 miliar

-Saham BMRI sebesar Rp 8,8 miliar

-Saham BRPT sebesar Rp 7,4 miliar

-Saham AMRT sebesar Rp 6,5 miliar

-Saham ADRO sebesar Rp 7,4 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 198,4 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 7,8 miliar

-Saham PGAS senilai Rp 6,1 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 2,2 miliar

-Saham MARI senilai Rp 2,1 miliar

4 dari 5 halaman

Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,17 persen, indeks saham Jepang Nikkei susut 0,26 persen, indeks saham Shanghai tergelincir 0,13 persen, indeks saham Singapura melemah 0,48 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,63 persen dan indeks saham Taiwan menanjak 0,06 persen.

Mengutip Ashmore Asset Management Indonesia, bursa saham Amerika Serikat atau wall street melemah seiring investor mengabaikan serangkaian laporan ekonomi yang beragam. Investor juga menantikan hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve.

7 dari 11 sektor saham merosot. Sektor saham real estate dan teknologi informasi memimpin penurunan. Sedangkan sektor saham energi menguat lebih dari dua persen seiring harga minyak menguat tertinggi sejak 2018.

Di sisi lain, penjualan ritel turun lebih dari perkiraan Mei setelah direvisi naik pada April karena dorongan dari stimulus yang berkurang dan konsumen bergeser ke arah jasa dan barang. Kategori yang berkaitan dengan pembukaan kembali ekonomi seperti restoran, toko pakaian alami kenaikan.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini