Sukses

RI Kembali Terima Vaksin COVID-19 Sinovac, Saham KAEF dan INAF Kompak Menguat

Liputan6.com, Jakarta - Saham emiten farmasi Badan Usaha Milik Negara Tbk (BUMN) mencatat kenaikan besar pada perdagangan Senin (31/5/2021). Kenaikan saham emiten farmasi BUMN ini di tengah kedatangan 8 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac dalam bentuk bulk.

Mengutip data RTI, Senin, 31 Mei 2021 pukul 13.53 WIB, saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik 4,53 persen ke posisi Rp 2.530 per saham. Saham KAEF dibuka stagnan di posisi Rp 2.430 per saham.

Pada awal pekan ini, saham KAEF berada di posisi terendah Rp 2.430 dan tertinggi Rp 2.700 per saham.Total frekuensi perdagangan saham 2.602 kali dengan nilai transaksi Rp 11,9 miliar.

Selain itu, saham PT Indofarma Tbk (INAF) menguat 4,61 persen ke posisi Rp 2.270 per saham. Saham INAF dibuka stagnan di posisi Rp 2.170 per saham. Saham INAF berada di posisi terendah Rp 2.170 dan tertinggi Rp 2.320 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 885 kali dengan nilai transaksi Rp 4,6 miliar.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tajam. IHSG naik 1,12 persen ke posisi 5.913. Sebanyak 280 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 204 saham melemah dan 156 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 756.060. Total volume perdagangan saham 15,4 miliar dan nilai transaksi Rp 9,1 triliun. Investor asing beli saham Rp 357,79 miliar.

Sebelumnya, Indonesia tercatat telah menerima total 75,9 juta dosis vaksin COVID-19 hingga kedatangan vaksin tahap ke-14 pada Senin, 31 Mei 2021. Indonesia menerima 8 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac dalam bentuk bulk pada tahap ini, demikian mengutip dari Kanal Bisnis Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Indonesia Kembali Terima 8 Juta Dosis Vaksin COVID-19

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir didampingi pihak Kementerian Kesehatan dan Bea Cukai Kemenkeu menyambut kedatangan vaksin Sinovac ini di Bandara Soekarno-Hatta. Erick bilang, 75,9 juta dosis vaksin tersebut cukup untuk memvaksinasi 37,5 juta orang.

"Alhamdulillah pemerintah dibantu rakyat semua kita sudah vaksinasi sebanyak 26,9 juta orang sekarang," ujar Erick dalam keterangan pers secara virtual.

Dikatakannya, vaksinasi Covid-19 merupakan game changer yang membantu masyarakat mencegah penularan bahkan mengurangi risiko kematian akibat Covid-19.

Yang terpenting, percepatan vaksinasi juga berpengaruh baik terhadap ekonomi Indonesia yang diramal pulih dengan pertumbuhan 4-5 persen tahun ini, terutama untuk menghidupkan kembali aktivitas industri dan mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Pemerintah konsisten dengan program Indonesia sehat, Indonesia bekerja, Indonesia tumbuh, jadi penanganan pandemi ini yang terpenting," katanya.

Kendati, Erick terus mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dalam mematuhi protokol kesehatan karena meskipun vaksin Covid-19 jadi game changer, jika protokol kesehatan longgar, penularan virus masih akan tetap terjadi.

"Kami harapkan dukungan dari masyarakat, disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan," ujar Erick

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini