Sukses

BCA Siap Hadirkan Bank Digital, Intip Bocorannya

Liputan6.com, Jakarta - Mengikuti perkembangan zaman, PT Bank Central Asia Tbk atau BCA menegaskan, pihaknya telah menyiapkan Bank Digital. Menyasar kaum milenial, rencananya emiten berkode BBCA ini mulai mengoperasikan pada semester II 2021.

"Terkait BCA digital kita tetap pada target kita yaitu kuartal II, fiturnya seperti apa nanti tunggu tanggal mainnya. Yang pasti ini cocok banget dengan kaum milenial," kata Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim secara virtual, Kamis (22/4/2021).

Dengan rekening ini, pemilik akun bank bisa mengatur simpanan uang sesuai kategori yang dibutuhkan. Karena itu, Bank Digital yang akan diluncurkan ditujukan kepada anak muda.

"Yang pasti rekening ini menarik banget, nanti bisa diatur mana untuk tabungan nikah misalnya, atau untuk arisan, jalan jalan dan sebagainya. Jadi cocok banget untuk kaum milenial," ujar dia.

Selain itu, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja menegaskan, di dalam nasabah bank yang telah mencapai 22 juta orang terdapat kaum milenial yang membutuhkan bank digital.

"Intinya begini, kita di BCA sudah melebihi 22 juta nasabah, kita yakin dan percaya para milenial adalah miss market. Untuk itulah kami rasanya perlu memiliki Bank Digital," tuturnya.

Meski semua transaksi akan dilakukan secara digital, terdapat juga ATM yang akan menghubungkan nasabah apabila membutuhkan uang tunai.

"Tidak memiliki cabang dan transaksi tunai. Jadi semuanya digital. Meskipun begitu, pasti bisa terhubung ke ATM kita. Karena tetap saja kebutuhan cash diperlukan untuk saat ini," ujar dia.

2 dari 3 halaman

BCA Cetak Laba Rp 7 Triliun

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA  mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2021. Untuk laba bersih emiten berkode BBCA ini membukukan dana hingga Rp7 triliun atau tumbuh 7,0 persen secara Year on Year (YoY).

"Kinerja solid BCA dan entitas anak tidak lepas dari dukungan para nasabah, regulator, dan seluruh pihak terkait, yang senantiasa bergandengan tangan dengan kami dalam melewati masa-masa sulit ini. Bersamaan dengan stimulus pemerintah untuk memacu permintaan kredit konsumer, BCA Online Expoversary diselenggarakan pada Maret 2021 untuk memberikan penawaran khusus KPR dan KKB bagi segmen ritel," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, Kamis, 22 April 2021.

Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih, portofolio total kredit dan obligasi korporasi relatif stabil sejak Desember 2020 dengan nilai Rp610 triliun hingga 31 Maret 2021. Hal ini didukung oleh penempatan obligasi korporasi yang meningkat 6,9 persen dibandingkan akhir tahun lalu.

Sementara itu, BCA membukukan pertumbuhan kredit positif pada segmen korporasi. Hal ini ditopang permintaan  industri telekomunikasi, minyak nabati, hewani, serta perkebunan.  

"Selama satu bulan pelaksanaan Expoversary ini, hasilnya sangat menggembirakan, di mana mencatatkan 1,2 juta pengunjung serta pengajuan aplikasi KPR dan KKB masing-masing Rp15 triliun dan Rp5 triliun. Hal ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat masih ada di pasar," ujarnya.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi di segmen UMKM, BCA juga menggelar pameran online BCA UMKM fest yang diikuti 1.700 merchant yang memasarkan lebih dari 18.000 produk ke pasar domestik maupun ekspor. Untuk meningkatkan pembiayaan, fasilitas kredit untuk bisnis naik hingga 6 persen YoY. Meski demikian, total kredit BCA terkoreksi Rp586,8 triliun pada akhir Maret 2021.

Kredit korporasi mencapai Rp262,6 triliun di Maret 2021, naik 0,9 persen YoY. Sementara itu, kredit komersial dan UKM turun 6,4 persen YoY menjadi Rp178,9 triliun.

Total kredit konsumer terkontraksi 10 persen YoY menjadi Rp139,5 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,4 persen YoY menjadi Rp89,4 triliun, serta KKB berkurang 23,7 persen YoY menjadi Rp36,0 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 10,2 persen YoY ke Rp11,1 triliun.

Pengajuan aplikasi kredit konsumer baru dari BCA Online Expoversary diharapkan akan berkontribusi bagi penyaluran kredit baru pada triwulan II tahun ini. Dari total portofolio kredit, sekitar 21,4 persen atau Rp126,0 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini