Sukses

Antam Prediksi Penjualan Emas Bakal Berkilau pada 2021

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi salah satu perusahaan yang menjual emas di Indonesia, PT Aneka Tambang (Antam) menilai penjualan hasil tambang tersebut masih sangat baik sepanjang 2021.

"Antam melihat prospek bisnis emas yang sangat baik di masa yang akan datang, mengingat konsumen melihat komoditas emas sebagai instrumen investasi sekaligus alat lindung nilai atau safe haven," kata SVP Corporate Secretary Antam, Kunto Hendrapawoko kepada Liputan6.com, seperti ditulis Rabu, (27/1/2021).

Tak hanya itu, Kunto juga menilai emas yang dihasilkan Antam merupakan leading brand di Indonesia. Terlebih investasi terkait logam mulia masih menjadi pilihan masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

"Saat ini, Logam Mulia Antam merupakan leading brand di Indonesia. Melihat tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas saat ini, kami optimis Antam dapat memaksimalkan produksi dan penjualan emas di tahun 2021. Begitupun kami berharap tren positif ini akan terus berlanjut," ujar dia.

Oleh karena itu, salah satu perusahaan BUMN di sektor tambang ini menegaskan, pihaknya akan memperkuat bisnis logam mulai melalui inovasi produk dan perluasan pasar.

"Saat ini ANTAM menerapkan sistem transaksi online untuk penjualan logam mulia maupun melalui aplikasi chat online yang informasi lengkapnya dapat dilihat di Instagram atau menghubungi call center resmi kami," tutur Kunto.

 

2 dari 3 halaman

Antam Fokus Ekspansi Pengolahan Mineral

Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau disebut Antam mengaku akan ekspansi pengolahan mineral bersifat hilir sepanjang 2021.

"Pada 2021, Antam akan terus berfokus pada ekspansi pengolahan mineral bersifat hilir, perluasan basis cadangan dan sumber daya, menjalin kemitraan untuk mengembangkan produksi mineral olahan baru dari cadangan yang ada," kata Senior Vice President Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Kunto Hendrapawoko, ditulis Selasa, 26 Januari 2021.

Selain itu, Kunto juga mengaku akan  menurunkan lebih lanjut cash cost dan meningkatkan daya saing biaya, serta peningkatan kinerja bisnis inti untuk meningkatkan daya saing Perusahaan. 

"Di tahun ini, Antam juga terus  berupaya mempertahankan capaian kinerja produksi dan penjualan semua komoditas inti," ujar dia.

Meski demikian, perusahaan BUMN di sektor tambang tersebut enggan mengungkapkan secara rinci anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang akan digelontorkan tahun ini.

"Terkait dengan belanja modal atau capex Antam akan diinformasikan kemudian ketika Perusahaan melakukan keterbukaan informasi," ujar Kunto.

Pada 2021, Kunto juga menuturkan, target kerja yang ingin dicapai berpacu pada  kinerja produksi serta penjualan semua komoditas inti.

"Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pada prinsipnya di tahun ini Antam akan terus berfokus pada meningkatnya daya saing Perusahaan dan juga berupaya mempertahankan capaian kinerja produksi," tuturnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini