Sukses

IHSG Dibuka Menguat ke 5.122,80 Ditopang Lonjakan Saham Emiten Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak menguat pada perdagangan Kamis pekan ini. Lonjakan saham emiten di sektor kesehatan membuat IHSG berada di zona hijau.

Pada awal perdagangan Kamis (23/7/2020), IHSG naik 17,17 poin atau 0,28 persen ke posisi 5.122,80. Sementara indeks saham LQ45 juga naik 0,19 persen ke posisi 800,77.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.131,63 Sedangkan terendah 5.110,22.

Sebanyak 143 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 38 saham melemah dan 121 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 10.155 kali dengan volume perdagangan 245,5 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 201,3 miliar.

Investor asing jual saham Rp 31,7 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.645.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya 1 sektor yang berada di zona merah yaitu sektor aneka industri yang anjlok 0,94 persen.

Sedangkan sektor yang menguat dipimpin oleh sektor pertambangan yang melesat 1 persen. Kemudian disusul sektor barang konsumsi yang naik 0,68 persen dan sektor keuangan naik 0,55 persen.

 

2 dari 3 halaman

Pergerakan Saham

Lonjakan saham emiten di bidang kesehatan menopang penguatan IHGS. Misalnya, INAF naik 25 persen ke Rp 2.350 per lembar saham. Kemudian PEHA naik 24,92 persen ke Rp 1.905 per lembar saham dan KAEF naik 24,77 ke Rp 2.670 per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain AMAR anjlok 6,91 persen ke Rp 350 per lembar saham, DUTI yang turun 6,85 persen ke Rp 4.620 per lembar saham, dan ASBI melemah 6,71 persen ke Rp 278 per lembar saham.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: