Sukses

Investor Asing Kembali Buru Saham, IHSG Dibuka Menguat

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat meski terbatas pada awal sesi perdagangan saham. Investor asing kembali melakukan aksi beli.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (29/5/2017), IHSG naik tipis 11,99 poin atau 0,21 persen menjadi 5.728,80. IHSG terus menguat meski terbatas pada pukul 09.00 WIB dengan kenaikan 13,79 poin atau 0,24 persen ke level 5.730,11. Indeks saham LQ45 mendaki 0,29 persen ke level 957,28. Seluruh indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 89 saham mendaki sehingga mendorong penguatan IHSG. Sedangkan 42 saham melemah dan 105 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.730,84 dan terendah 5.725,08.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 8.532 kali dengan volume perdagangan 100 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 87 miliar.

Investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 1,1 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.304. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham perkebunan, aneka industri dan infrastruktur.

Sedangkan sektor saham pertambangan naik 0,38 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan mendaki 0,34 persen dan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,22 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain UNIC naik 24,75 persen ke level Rp 6.225 per saham, saham CSIS melonjak 24,48 persen ke level Rp 890 per saham, dan saham BMTR menanjak 4,69 persen ke level Rp 670 per saham.

Sedangkan saham-saham uang tertekan antara lain saham AIMS melemah 15,28 persen ke level Rp 122 per saham, saham AGRS merosot 6,42 persen ke level Rp 204 per saham, dan saham TRST susut 6,25 persen ke level Rp 300 per saham.

Analis BNI Securities Richard Jerry menjelaskan, Bursa AS ditutup cenderung flat pada perdagangan Jumat kemarin di mana terlihat dari indeks Dow Jones yang melemah 0,01 persen, sedangkan indeks Nasdaq hanya menguat 0,08 persen.

Di Asia, indeks Nikkei ditutup melemah 0,64 persen, didorong melemahnya emiten berbasis minyak dan pertambangan akibat turunnya harga minyak global pada hari Kamis.

Namun, IHSG ditutup menguat 0,23 persen ke level 5.716,8, melawan tren bursa di Asia Tenggara. Meningkatnya IHSG didorong oleh menguatnya emiten di sektor pertambangan dan infrastruktur,

"Kami memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat pada hari ini, dengan saham pilihan kami antara lain BBCA, TLKM, dan BBTN," jelas dia.