IHSG Kembali Melemah ke Level 4.484,71

Investor diharapkan bisa mengantisipasi aksi profit taking atas sektor-sektor yang telah leading.

Diterbitkan 20 Januari 2016, 09:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini. Namun diperkirakan IHSG mampu menguat di pertengahan sesi. 

Pada pembukaan perdagangan saham, Rabu (20/1/2016), IHSG turun 7,78 poin atau 0,17 persen menjadi 4.484,71. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,30 persen ke level 779,96. Seluruh indeks saham acuan kompak berada di zona merah pada pagi ini.

Di awal sesi, IHSG sempat menguat ke level tertinggi 4.486,15 dan terendah 4.474,73. Ada sebanyak 60 saham berada di zona negatif sehingga menekan IHSG ke zona merah. Sedangkan 56 saham menguat namun tak mampu mendorong IHSG dan 46 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 12.438 kali dengan volume perdagangan saham 236,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 276 miliar.

Berdasarkan RTI, investor asing melakukan aksi beli Pada Rabu pagi, investor asing melakukan aksi beli bersih mencapai Rp 5 miliar. Sedangkan investor lokal melakukan aksi jual bersih mencapai Rp 5 miliar.

Dari 10 sektor pembentuk indeks, terdapat 2 sektor yang mampu berada di zona hijau. kedua sektor tersebut adalah barang konsumsi dan manufaktur. Sedangkan sektor lainnya terjatuh.

Baca Juga

  • IHSG Berpeluang Variasi, Amati Delapan Saham Pilihan
  • Murahnya Harga Minyak Bikin IHSG Bergerak Variatif
  • Aksi Jual Asing Mereda, IHSG Mampu Naik 10,46 Poin

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham AKKU naik 24 persen ke level Rp 310 per saham, saham IBST mendaki 14,12 persen ke level Rp 2.900 per saham, dan saham NOBU naik 12,50 persen ke level Rp 590 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham ALKA turun 9,93 persen ke level Rp 710 per saham, saham BUVA tergelincir 9,48 persen ke level Rp 530 per saham dan saham GOLL merosot 7,80 persen ke level Rp 960 per saham.

Analis PT BNI Securities, Dessy Lapagu menjelaskan, Wall Street selasa ditutup fluktuatif. Pada bursa Eropa, indeks ditutup positif dengan penguatan rata-rata 1,7 persen. Sementara harga minyak dunia turun mencapai US$ 28,15 per barrel.

Dari bursa regional, bank sentral China berencana akan menambah 600 miliar yuan ke pasar untuk mempertahankan likuiditas dan dalam proses persetujuan IPO beberapa perusahaan sesuai aturan yang berlaku.

"Pergerakan IHSG pada hari ini kami perkirakan berpotensi untuk melanjutkan penguatannya terpengaruh pergerakan bursa global," jelasnya.

Meski demikian, investor diharapkan bisa mengantisipasi aksi profit taking atas sektor-sektor yang telah leading. Saham pilihan hari ini adalah BBCA ASII TLKM SMGR PWON WTON. (Gdn/Nrm)

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Pembukaan IHSG
  • IHSG Melemah