Spekulasi Kenaikan BI Rate Bikin IHSG Ditutup Turun 83,31 Poin

Ada sebanyak 192 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah.

Diterbitkan 03 Juni 2015, 16:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada di zona merah pada perdagangan Rabu (3/6/2015). Dari awal minggu IHSG memang terus tertekan karena sentimen dari dalam.

Pada penutupan perdagangan saham, IHSG melemah tajam 83,31 poin (1,60 persen) ke level 5.130,49. Indeks saham LQ45 turun 1,94 persen ke level 887,19. Seluruh indeks saham berada di zona merah pada perdagangan hari ini.

Ada sebanyak 192 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 87 saham menghijau sehingga tak mampu menahan pelemahan indeks saham. 87 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi pada 5.205,56 dan level terendah di 5.129,48.

Transaksi perdagangan saham hari ini normal. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 278.536 kali dengan volume perdagangan saham 8,63 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 8,03  triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham berada di zona merah. Hanya satu sektor yang mampu bertahan di zona hijau yaitu perkebunan yang naik 0,31 persen.  Sektor yang mengalami pelemahan terdalam adalah aneka industri yang turun 3,45 persen dan disusul sektor keuangan yang melemah 2,85 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 500 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 500 miliar.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan antara lain saham MREI naik 25 persen ke level Rp 3.500 per saham, saham ALKA mendaki 24,16 persen ke level Rp 925 per saham, dan saham MTSM mendaki 16 persen ke level Rp 700 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang menekan indeks saham antara lain saham SCMA turun 18,78 persen ke level Rp 3.005 per saham, saham CEKA tergelincir 16,14 persen ke level Rp 1.325 per saham, dan saham XCID melemah 15,79 persen ke level Rp 80 per saham.

Analis Universal Broker, Satrio Utomo menjelaskan, buruknya inflasi bulan Mei 2015 memancing spekulasi bahwa Bank Indonesia (BI) akan menaikkan BI Rate. "Spekulasi ini membuat pemodal asing meningkatkan aksi jual yang mereka lakukan," tuturnya.

Satrio melanjutkan, tekanan hanya terlihat pada saham-saham yang terkait dengan suku bunga, seperti perbankan, otomotif, dan properti. Saham-saham berbasis komoditas malah terlihat bergerak naik, seiring dengan rebound harga yang terjadi tadi malam. (Gdn/Ndw)

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Penutupan IHSG