Data Ekonomi Bikin Wall Street Mendatar di Awal 2015

Data ekonomi seperti belanja konstruksi dan laju manufaktur membuat bursa saham Amerika Serikat tertekan.

Diterbitkan 03 Januari 2015, 05:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New York - Laju bursa saham Amerika Serikat (AS) sedikit berubah pada perdagangan saham di awal 2015 seiring data ekonomi memotong keuntungan.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (Sabtu pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik tipis 9,92 poin (0,06 persen) ke level 17.832,99. Indeks saham S&P 500 melemah 0,7 poin atau 0,03 persen ke level 2.058,2. Sedangkan indeks saham Nasdaq tergelincir 9,24 poin (0,2 persen) ke level 4.726,81.

Laju bursa saham AS cenderung mendatar ini dipicu dari kondisi data ekonomi. Secara mengejutkan, belanja konstruksi turun 0,3 persen pada November 2014.

Sementara itu, laju pertumbuhan di sektor manufaktur AS merosot ke posisi terendah selama enam bulan pada Desember. Hal itu berdasarkan data Institute for Supply Management.

"Data yang kami punya hari ini pada dasarnya mengurangi antusiasme di awal perdagangan saham. Ini hanya sedikit penurunan tapi saya tidak berpikir itu akan mengubah prospek ekonomi yang lebih kuat," kata Peter Cardillo, Chief Market Economist Rockwell Global Capital, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (3/1/2015).

Selama sepekan ini, indeks saham Dow Jones ditutup melemah 1,2 persen, indeks saham S&P 500 tergelincir 1,5 persen, dan indeks saham Nasdaq merosot 1,7 persen.

Di awal perdagangan saham, indeks saham bergerak menguat namun kemudian melemah. Volume perdagangan saham cenderung tipis usai liburan Tahun Baru sering memperburuk volatilitas pasar.

Volume perdagangan saham tercatat sekitar 5,29 miliar saham di bursa saham AS. Angka ini jauh di bawah rata-rata perdagangan saham sekitar 6,87 miliar saham.

Adapun saham-saham yang menggerakkan indeks antara lain saham energi naik 0,4 persen. Saham Exxon Mobil naik 0,4 persen menjadi US$ 92,83, saham Kinder Morgan menguat 1,2 persen menjadi US$ 42,81.

Sementara itu, saham General Motors turun 0,2 persen menjadi US$ 34,84 setelah perseroan mengumumkan recall tiga kendaraan baru.

Sedangkan harga minyak Brent turun 91 sen menjadi US$ 56,42 per barel. Harga minyak mentah AS melemah 58 sen ke level US$ 52,69. (Ahm/)