203 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ini Sebarannya

Masyarakat diminta waspada mengingat sebaran titik panas kian meluas.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 23:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 203 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Lampung pada Senin (24/8/2026). Dari ratusan titik tersebut, 30 di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi yang ditandai dengan warna merah dalam pemantauan BMKG.

Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, dan NOAA20 yang diolah BMKG untuk periode Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.

Selain 30 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, BMKG mencatat 171 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang. Sementara dua titik lainnya masuk kategori tingkat kepercayaan rendah.

Wilayah Paling Banyak Titik Api

Kabupaten Mesuji menjadi wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak. Tercatat 57 titik panas terdeteksi di daerah tersebut.

Selanjutnya, terdapat 36 hotspot di Way Kanan, 27 titik di Tulang Bawang, 19 titik di Lampung Tengah, 16 titik di Lampung Utara, dan 15 titik di Tulang Bawang Barat.

Hotspot juga terpantau di Lampung Selatan sebanyak 14 titik, Pesisir Barat enam titik, Lampung Timur lima titik, serta Pesawaran lima titik.

Sementara itu, masing-masing satu titik panas terdeteksi di Kota Bandar Lampung, Lampung Barat, dan Tanggamus.

Forecaster BMKG Radin Inten II, Pebri Surgiansyah mengatakan, hotspot merupakan indikasi adanya titik dengan suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah di sekitarnya.

"Hotspot tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran. Namun, titik dengan tingkat kepercayaan tinggi perlu menjadi perhatian dan ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan," kata Pebri.

Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang terpantau memiliki konsentrasi hotspot cukup tinggi.

"Untuk wilayah yang banyak terpantau hotspot, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan," jelasnya.

BMKG menegaskan keberadaan hotspot perlu dianalisis bersama kondisi cuaca dan situasi faktual di lapangan.

"Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau bukan," tandasnya.

Kapolda Perintahkan Selidiki Sebab Kebakaran

Kapolres Lampung Timur, AKBP Yuliansyah mengatakan, hingga Senin (24/8/2026), masih terdapat titik api di kawasan TNWK yang terbakar. Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf juga turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi karhutla.

"Sampai saat ini memang titik api masih terlihat. Tadi Bapak Kapolda datang langsung mengecek dan melihat langsung," kata Yuliansyah, Senin (24/8).

Menurut Yuliansyah, kapolda memberikan sejumlah arahan teknis terkait penanganan karhutla. Seluruh personel diminta fokus melakukan pemadaman di area terdampak. Di saat yang sama, tim juga mulai mengumpulkan bahan keterangan untuk mengungkap penyebab kebakaran. "Tim lapangan pun juga sudah melakukan pengumpulan-pengumpulan bahan keterangan. Apapun informasi keterangan yang kita dapat, pasti akan kita tindak lanjuti," kata Yuliansyah.

Yuliansyah menegaskan, polisi belum dapat memastikan penyebab karhutla, termasuk apakah kebakaran terjadi akibat kesengajaan atau faktor alam.

Penyelidikan masih berjalan bersamaan dengan proses pemadaman.

"Baik itu nanti apakah disengaja ataupun karena faktor alam, pasti akan kita tindak lanjuti," jelasnya.

Untuk memperkuat penanganan, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan menggelar rapat koordinasi. Salah satu langkah yang kemungkinan dibahas adalah pembentukan posko khusus penanganan karhutla.

"Nanti akan melakukan rakor dengan seluruh instansi terkait dipimpin oleh bupati dan dari kepala balai untuk langkah-langkah selanjutnya, salah satunya mungkin mendirikan posko," bebernya.

Terkait perkembangan titik api, Yuliansyah menyebut saat ini masih terdapat satu titik yang terpantau. Namun, petugas tetap mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru di kawasan TNWK.