Liputan6.com, Jakarta - Hujan yang mengguyur kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, sejak Selasa malam hingga Rabu (28/10/2026), membawa harapan bagi upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Api yang sebelumnya membakar kawasan konservasi tersebut kini tidak lagi terlihat.
Momen haru mewarnai turunnya hujan di lokasi kebakaran. Seorang petugas pemadam tampak sujud syukur, meluapkan kelegaan setelah hujan akhirnya membasahi kawasan yang dilanda karhutla. Dalam kondisi penuh haru, petugas itu terdengar berkali-kali mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan.
Dalam rekaman video yang diterima Liputan6.com, petugas tersebut mengucapkan, “Alhamdulillah ya Allah, akhirnya hujan.” Ia kembali mengungkapkan rasa syukurnya, bahkan menyebut hujan yang turun sebagai harapan agar mereka bisa segera pulang setelah berjibaku memadamkan api.
Advertisement
“Ya Tuhan terima kasih. Hujan juga. Akhirnya besok kita pulang. Terima kasih Tuhan-ku.” terdengar suara petugas dalam rekaman video tersebut sambil sujud syukur.
Penyisiran Titik Api Terus Dilakukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384529/original/077897000_1793174920-1001801148.jpg)
Namun, hujan belum menjadi jaminan kebakaran benar-benar berakhir. Petugas gabungan masih menyisir lokasi bekas kebakaran untuk mencari bara yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.
Humas Balai TNWK, Riri Fitriandi mengatakan, hujan mengguyur wilayah Susukan Baru dan sekitarnya. Di kawasan Resort Cabang, hujan bahkan berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu siang.
“Alhamdulillah, kondisi terkini api tidak terlihat. Namun, rekan-rekan masih terus melakukan patroli dan deteksi dini untuk mencari bara yang mungkin masih menyala,” kata Riri, Rabu (28/10).
Meski kobaran api tak lagi terlihat, petugas belum memastikan seluruh bara di kawasan terdampak telah padam. Pemeriksaan langsung masih diperlukan untuk mendeteksi titik panas, terutama di area yang sebelumnya terbakar.
Riri bilang, tim gabungan tetap melakukan patroli, penyisiran, dan pendinginan untuk mengantisipasi kebakaran kembali meluas.
“Untuk memastikan seluruh bara sudah padam memang perlu pengecekan langsung. Tim masih menyisir lokasi dan mencari titik yang masih panas atau mengeluarkan asap agar bisa segera ditangani,” ujarnya.
Kewaspadaan ditingkatkan karena kebakaran di TNWK sebelumnya sempat kembali muncul setelah api di lokasi terdahulu dilaporkan padam. Bara yang tertinggal, termasuk di bawah permukaan tanah, menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.
Rangkaian kebakaran tersebut terjadi sejak Sabtu (24/10/2026). Saat itu, api membakar Grid 16L di wilayah Resort Susukan Baru dan Resort Rawa Bunder. Pada sore harinya, titik api baru muncul di Grid 16K atau kawasan Rawa Harjo.
Kebakaran di kedua lokasi tersebut dilaporkan padam pada keesokan harinya dengan bantuan hujan.
Namun, ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir. Pada Selasa (27/10/2026), petugas kembali menerima laporan asap sekitar pukul 15.01 WIB.
Tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil menangani api dalam waktu kurang dari satu setengah jam. Meski demikian, petugas masih menemukan ranting yang menyala serta bara yang harus didinginkan untuk mencegah api kembali berkobar.
Advertisement
Habitat Gajah dan Sumber Pakan Ikut Terancam
Di balik upaya memadamkan api, kebakaran di TNWK juga memunculkan kekhawatiran terhadap kelestarian habitat satwa liar. Kawasan yang terbakar ditumbuhi alang-alang yang menjadi salah satu sumber pakan hewan pemakan rumput, termasuk gajah.
Riri menegaskan, penanganan kebakaran tidak hanya bertujuan menghentikan penyebaran api, tetapi juga melindungi vegetasi yang menopang kehidupan satwa liar di kawasan konservasi tersebut.
“Area tersebut merupakan habitat satwa liar sekaligus tempat mencari makan. Karena itu, kami terus berupaya menangani kebakaran agar vegetasi dan sumber pakan satwa tidak semakin terdampak,” kata Riri.
Dalam keterangannya sebelumnya, Riri menyebut gajah berada jauh dari lokasi kebakaran saat itu. Meski belum dilaporkan berada dekat dengan titik api, dampak kebakaran terhadap vegetasi dan ketersediaan pakan tetap menjadi perhatian.
Hingga Rabu siang, belum tersedia data terbaru mengenai total luas lahan yang terbakar dalam rangkaian kejadian tersebut.
Petugas masih melanjutkan patroli dan mencari bara di lokasi terdampak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384221/original/069034000_1793161865-Screenshot_2026-10-28_111726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384528/original/073332500_1793174920-1001801153.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384457/original/005741900_1793172502-1001800892.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384456/original/065692700_1793172258-20261028_125743.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384368/original/043917900_1793168462-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_12.52.511.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384359/original/033163200_1793168006-IMG_20261028_130317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384316/original/009258100_1793165940-e33d97d0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384310/original/018553200_1793165577-20261028_105153.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384260/original/006950400_1793164271-IMG-20261027-WA0075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383513/original/010075800_1793090347-1618567.jpg)