Ancaman Gas Metan di Balik Kebakaran TPA Supit Urang

Kebakaran pembuangan sampah TPA Supit Urang di Kecamatan Sukun, Kota Malang, membawa bencana turunan.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 08:44 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Malang - Kebakaran melanda tempat pembuangan sampah TPA Supit Urang di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kebakaran diduga akibat pembakaran sampah liar di area tetangga, yang kemudian membuat api dengan cepat merembet ke sekitar 8 hektare dari total 32 hektare lahan TPA sejak Rabu (21/10/2026) kemarin.

​Penanganan di lapangan kini tak lagi sekadar menyemprotkan air dari permukaan, melainkan menerapkan metode invasif untuk membongkar tumpukan sampah demi memadamkan titik api tersembunyi (hidden fire), yang terperangkap di dalam zona gas metan.

​Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, menegaskan bahwa penanganan kebakaran TPA memiliki kompleksitas tinggi. Tumpukan sampah plastik yang tebal simpan potensi bahaya ganda: ledakan gas metan dan potensi amblesan lahan.

"Kami mengukur luas are terdampak dan menghitung kebutuhan alat berat. Api bisa masuk  jauh ke dalam tumpukan  sampah dan ini  sangat membahayakan karena adanya kandungan gas metan. Jadi, penanganan tidak bisa hanya dari atas, tetapi harus dipastikan titik panas di bagian bawah padam sepenuhnya," ujar Ali, Jumat (23/10/2026)

​Ali mengatakan, metode yang disiapkan meliputi penggunaan ekskavator untuk membongkar tumpukan sampah secara bertahap, dilanjutkan dengan penguatan injeksi air langsung ke lapisan dalam (sub-surface injection).

​Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan bahwa hingga saat ini tim gabungan berhasil menekan sebaran titik api hingga 30 persen. Namun, ancaman belum sepenuhnya mereda.

​Faktor cuaca panas dan angin kencang berpotensi memicu timbulnya titik api baru. Kepulan asap yang awalnya berada di zona tengah kini mulai merambat ke zona timur.

"Kendali utama kami adalah berpacu dengan angin dan melawan hidden fire. Berbeda dengan kebakaran gedung yang permukaannya terlihat, sampah menyimpan api di kedalaman yang tidak terduga. Air harus dialirkan sampai menembus lapisan bawah," tambah Pandu

​Meski demikian, Pandu mengapresiasi kondisi fisik para petugas gabungan yang tetap prima selama dua hari berturut-turut bertarung di medan berasap tersebut.

​

Dugaan Pemicu Kebakaran

Berdasarkan investigasi awal dan kesaksian warga serta petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan oleh oknum warga di luar area TPA.

​Percikan api disinyalir berasal dari wilayah Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Bara api dari sisa pembakaran sampah tersebut terbawa angin melintasi aliran sungai kecil hingga menyambar tumpukan sampah kering di zona barat TPA Supit Urang.

​Pemkot Malang menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap dugaan kelalaian ini.

"Aparat penegak hukum akan menindaklanjuti dan mencari oknum yang melakukan pembakaran tersebut. Namun, fokus utama kami saat ini adalah memastikan api padam total," tambah Wakil Wali Kota Ali Muthohiiri

​Sebagai catatan historis, TPA Supit Urang pernah mengalami kebakaran serupa pada tahun 2022 yang membutuhkan waktu hingga dua minggu untuk pemadaman total.

​Namun, dengan keterlibatan personel gabungan yang lebih masif serta pengerjaan alat berat yang lebih terukur, UPT Damkar Kota Malang optimistis proses pemadaman kali ini dapat diselesaikan jauh lebih cepat.

Â