Frater Tewas Usai Melompat dari Lantai Tiga Saat Gempa NTT

Kisah pilu Frater Leonardus Noprianto Waku yang meninggal dunia usai melompat dari lantai tiga seminari saat gempa mengguncang Sikka, NTT.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, NTT Kabar duka datang dari Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Frater Leonardus Noprianto Waku, Pr, meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di RSUD TC Hillers Maumere.

Frater Leo mengembuskan napas terakhir pada Rabu (19/8/2026) pukul 20.33 WITA. Ia sebelumnya mengalami luka berat setelah melompat dari lantai tiga gedung seminari saat panik ketika gempa mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu 15 Agustus 2026.

Ketua Posko penanggulangan bencana Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa mengatakan, ketika gempa mengguncang, korban sedang berada di kamar tidurnya lantai tiga.

"Mungkin karena panik ketika gempa terjadi, Frater Leonardus melompat dari lantai tiga. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Maumere. Saat itu, kondisinya cukup parah," cerita dia saat dikonfirmasi kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).

Dengan meninggalnya biarawan Katolik tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Sikka bertambah menjadi enam orang.

"Total enam orang. Selain Frater Leo, ada tambahan 1 jiwa yang meninggal tadi pagi karena trauma pasca gempa," jelas dia.

 

11.862 Warga Mengungsi

Berdasarkan data di Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di BPBD Kabupaten Sikka jumlah pengungsi Kabupaten Sikka sebanyak 11.862 jiwa yang berasal dari 3.285 KK.

Adapun ini terdiri dari 1.203 jiwa dari 324 KK yang mendiami pusat pengungsian Gelora Samador Maumere dan pengungsi mandiri yang tersebar di 7 kecamatan sebanyak 10.659 jiwa dari 2961 KK.

Rincian sebaran pengungsi mandiri setiap kecamatan yaitu Alok 803 KK 2.940 jiwa, Alok Barat 201 KK 965 jiwa, Alok Timur 19 KK 66 jiwa, Bola 72 KK 210 jiwa, Hewokloang 54 KK 135 jiwa, Kangae 1.036 KK 3213 jiwa, Talibura 409 KK 1812 jiwa, dan Palue 690 KK 2521 jiwa.

Sementara itu data kerusakan rumah warga tercatat sebanyak 2.560 yang terdiri dari rusak berat 905 unit, rusak ringan 1173 unit, dan rusak sedang 482 unit.

Selain kerusakan rumah warga terdapat 167 unit fasilitas umum yang mengalami kerusakan, antara lain 26 unit bangunan pemerintah, 31 unit fasilitas kesehatan, 47 unit fasilitas pendidikan, 11 ruas jalan, 8 unit prasarana, dan 44 buah rumah ibadah.

Untuk korban jiwa akibat gempa bumi ini berjumlah 61 jiwa yang terdiri dari 6 orang meninggal dunia, 23 orang luka berat, 26 orang luka ringan, dan lainnya 6 orang.