Menteri P2MI Ungkap Penyebab Ribuan WNI Pilih Pindah Warga Negara

Menteri P2MI Mukhtarudin meluruskan bahwa pendorong utama di balik fenomena pelepasan status WNI tersebut.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 18:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menegaskan fenomena maraknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang beralih kewarganegaraan bukan dipicu oleh terbatasnya lapangan kerja di dalam negeri atau lonjakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menteri P2MI Mukhtarudin meluruskan bahwa pendorong utama di balik fenomena pelepasan status WNI tersebut sebagian besar disebabkan oleh pernikahan lintas negara.

"Saya tanya dari Kementerian Imigrasi, yang mau lepas warga negara itu justru karena nikah sama orang luar. Jadi bukan karena faktor tidak ada pekerjaan di sini," ujar Mukhtarudin usai menghadiri pembukaan Job Fair di Sukabumi, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa proses berpindah kewarganegaraan bukanlah prosedur sederhana, melainkan harus melewati tahapan dan regulasi hukum yang sangat ketat.

"Saya kira pindah warga negara itu ada aturannya, ada mekanisme yang harus dia lalui, dan tidak mudah juga," paparnya.

Terkait narasi yang mengaitkan isu perpindahan kewarganegaraan dengan sempitnya lapangan kerja, Mukhtarudin menilai hal tersebut lebih dipicu oleh isu politik yang tidak sesuai dengan data di lapangan.

"Dari 80.000 orang Indonesia yang mau pindah, datanya tidak begitu. Berapa sih yang sebenarnya cari pekerjaan, dan berapa karena pernikahan? Semuanya ada mekanisme dan aturan," tutur dia.

 

Sirkulasi Keterampilan

Daripada berfokus pada polemik kepindahan warga negara, Pemerintah lebih memilih menguatkan strategi brain circulation (sirkulasi keterampilan).

Pendekatan ini bertujuan menyiapkan PMI yang kompeten agar dapat berkontribusi pada pembangunan nasional saat kembali ke tanah air.

Melalui program ini, purna PMI diharapkan membawa pulang modal finansial, kemampuan bahasa, hingga pengalaman berwirausaha.

"Siklus ini yang mau kita bangun. Mereka sudah punya skill, kemampuan bahasa, pengalaman, dan modal tabungan dari hasil gajinya untuk membangun usaha sendiri di tanah air," ungkapnya.

Ia menambahkan, pembinaan bagi para purna PMI ini sudah mulai berjalan di beberapa daerah, salah satunya di Cirebon yang dinilai berhasil mencetak pengusaha baru.

"Ini yang sekarang sudah banyak kita bentuk di daerah-daerah. Seperti Cirebon, banyak purna pekerja migran yang sukses jadi pengusaha," jelasnya.