Guru Honorer di NTT Dianiaya Aparat Desa hingga Berdarah

Seorang guru honorer di Kabupaten Timor Tengah Selatan diduga menjadi korban penganiayaan oleh aparat desa hingga mengalami luka di kepala dan wajah. Kasus tersebut kini ditangani kepolisian.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 16:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kupang - Seorang guru honorer bernama Lusia Banunaek (44) diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang aparat Desa Baus, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di kepala dan wajah hingga harus menjalani perawatan medis.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Ansaof, Desa Baus, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 08.30 WITA. Terduga pelaku diketahui bernama Agnes Sofia Bana, yang merupakan aparat Desa Baus.

Kapolsek Boking Ipda Alfridus Bere mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan ke kepolisian dan kini tengah dalam proses penyelidikan.

"Kasus ini telah dilaporkan secara resmi di Polsek," ujar Alfridus, Senin (27/7/2026).Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kejadian bermula saat Lusia berangkat dari rumah menuju sekolah tempatnya mengajar. Ketika melintas di depan rumah terduga pelaku, korban dihentikan dan ditanya mengenai kabar yang menyebut dirinya pernah mengancam pelaku.

Korban kemudian meminta penjelasan mengenai sumber informasi tersebut. Setelah pelaku menyebut nama seorang kepala dusun, percakapan keduanya berubah menjadi adu mulut.

Polisi menyebut situasi yang memanas berujung pada dugaan penganiayaan. Terduga pelaku diduga memukul korban di bagian mata, lalu menghantam kepala dan dahi korban menggunakan batu.

Akibat kejadian itu, Lusia mengalami luka berdarah di kepala, luka di wajah, serta lebam pada bagian mata. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Boking untuk mendapatkan perawatan medis dan menjalani visum.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut, termasuk memeriksa para pihak yang terkait.   Â