Ciliwung Surut, Warga Depok Jadikan Wahana Permainan Air

Musim Kemarau Sungai Ciliwung Surut Jadi Lokasi Remaja Berenang Dan Mandi

Diterbitkan 24 Juli 2026, 06:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aliran Sungai Ciliwung yang kini surut akibat kemarau, kondisi ini dimanfaatkan menjadi wahana permainan air untuk sebagian warga, hal ini di antaranya terjadi wilayah Kota Depok, Jawa Barat.

Memasuki musim kemarau di wilayah Kota Depok, tidak hanya mengakibatkan keringnya sumur warga, aliran sungai Ciliwung pun turut mengalami pengurangan debit air. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, pada aliran sungai Ciliwung di bawah jembatan GDC Depok, rata-rata ketinggian air hanya mencapai 30 sampai 50 sentimeter.

Liputan6.com pun mendapati sejumlah remaja sedang asik mandi dan berenang memanfaatkan aliran sungai Ciliwung. Mereka tampak menikmati aliran sungai Ciliwung yang surut karena memasuki musim kemarau saat sore hari.

Seperti remaja asal Abadi Jaya, Dika mengaku memanfaatkan sungai Ciliwung untuk berenang bersama temannya. Dika lebih memilih berenang di sungai Ciliwung pada sore hari untuk menghindari teriknya matahari.

"Saya kalau ke sini sore, berenang di sungai Ciliwung bersama teman," kata Dika saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Jumat (24/7/2026). 

Remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut memanfaatkan aliran sungai Ciliwung sebagai wahana permainan air bersama teman-temannya. Hal ini dikarenakan aliran sungai terlihat surut dan tidak membahayakan. Selain itu, saat aliran sungai Ciliwung surut, air terlihat lebih jernih sehingga dapat bergerak bebas berenang di sungai yang mengalir dari wilayah Bogor hingga Jakarta.

"Airnya sekarang jernih dan sejuk, jadi enak aja buat mandi sambil berenang," ucap Dika.

Dika mengaku hanya berani berenang di saat sungai Ciliwung sedang surut dan aliran sungai tidak deras. Namun saat aliran sungai Ciliwung deras dan debit air tinggi, dirinya enggan untuk berenang di sungai.

"Kalau air lagi tinggi dan deras, saya enggak berani juga, apalagi kalau terlihat keruh, cukup bahaya," terang Dika.

Dika mengungkapkan, berenang di sungai Ciliwung hanya memanfaatkan momentum saat musim kemarau. Selain itu, berenang di sungai Ciliwung tidak di pungut biaya berbeda dengan berenang di kolam wisata.

"Kalau disinikan gratis, beda dengan kolam renang umum yang bayar, disini juga kita bisa sambil bersantai," ungkap Dika.

 

Bahaya Mengintai

Sementara, Kabid Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo menuturkan, sungai yang surut saat musim kemarau banyak dimanfaatkan warga untuk bermain air. Hal itu pun turut terjadi di aliran sungai Ciliwung yang melintasi Kota Depok, salah satunya di bawah jembatan GDC. Namun, meski debit air sungai menurun, bahaya tetap meningintai masyarakat.

"Sebenarnya ini bahaya ya walaupun aliran sungai sedang surut," tutur Denny.

Damkar Kota Depok meminta remaja maupun masyarakat tindak bermain di aliran sungai yang surut dan rawan hanyut. Sungai memiliki potensi yang membahayakan terhadap masyarakat yang sedang bermain air tanpa pendampingan atau pengawasan.

"Sebaiknya jangan bermain di daerah rawan, sebaiknya apabila ingin berenang dapat menggunakan fasilitas kolam renang umum," kata Denny.

Selain memiliki potensi rawan hayut, remaja yang berenang di sungai Ciliwung perlu memperhatikan satwa liar di aliran sungai Ciliwung. Ular dan biawak kerap ditemukan disepanjang aliran sungai Ciliwung, berpotensi dapat membahayakan masyarakat yang sedang berenang merupakan bermain di aliran sungai.

"Kami khawatir apabila satwa liar ini merasa terganggu, akan menyerang masyarakat yang sedang berenang maupun bermain di aliran sungai Ciliwung," pungkas Denny.