Erupsi Gunung Lewotobi, Bandara Maumere Tutup 2 Hari

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere.

Diterbitkan 06 Juni 2026, 13:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat (5/6/2026) hingga Sabtu (6/6/2026). Aktivitas vulkanik tersebut berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere.

Pihak pengelola bandara memutuskan menutup sementara operasional penerbangan mulai Jumat hingga Sabtu pagi guna mengantisipasi risiko abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.

Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, membenarkan penutupan sementara tersebut. Menurut dia, langkah itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca serta penyebaran abu vulkanik yang berpotensi membahayakan penerbangan.

“Operasi penerbangan di Bandara Frans Seda kami tutup sementara hingga besok pagi pukul 06.00 WITA. Penutupan ini dipicu oleh dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang mengakibatkan abu vulkanik terbang dan menyelimuti wilayah sekitar, sehingga mengganggu jarak pandang dan keamanan penerbangan,” jelas Partahian, Sabtu (6/6/2026).

Ia mengatakan penutupan sementara tersebut berdampak pada sejumlah jadwal penerbangan yang dioperasikan oleh Wings Air dan NAM Air.

"Baik dari Maumere-Kupang, Maumere-Labuan Bajo dan sebaliknya dibatalkan. Penerbangan Makassar-Maumere dan sebaliknya juga batal sementara," katanya.

Pihak bandara menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang. Bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan, maskapai menyediakan opsi pengalihan jadwal maupun pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami terus memantau perkembangan aktivitas gunung berapi dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan serta Badan Geologi. Jika kondisi sudah aman dan abu vulkanik tidak lagi mengganggu, operasional penerbangan akan dibuka kembali sesuai jadwal yang ditetapkan,” katanya.

Partahian juga mengimbau calon penumpang untuk terus memantau informasi terbaru melalui situs resmi maskapai atau layanan informasi bandara sebelum berangkat ke bandara guna menghindari kendala perjalanan.

 

Status Siaga

Hingga saat ini, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III atau Siaga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Selain itu, masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi saluran pernapasan.

Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta PVMBG di Bandung terkait perkembangan aktivitas gunung tersebut.