Liputan6.com, Jakarta - Ashari, pelaku pencabulan santriwati di Pati, sudah ditangkap. Polisi menjelaskan alasan kasus yang dilaporkan sejak 2024 tetapi pelaku baru ditangkap pada 2026.
Kasat Reskrim Kompol Dika Hadian Widya Wiratama mengakui kasus pencabulan yang terjadi sejak tahun 2020 ini baru dilaporkan oleh lima orang santriwati pada Juli 2024. Alasannya, korban menunggu hingga lulus sekolah.
"Kasus ini dilaporkan pada Juli 2024 karena korban baru berani melapor atau speak up setelah lulus dari ponpes tersebut dan berani melaporkan," katanya dalam jumpa pers di Polresta Pati, Kamis (7/5/2026).
Advertisement
Saat itu, katanya, ada lima santriwati yang melaporkan kasus pencabulan. Namun, dalam perjalanannya, tiga orang mencabut laporannya. Kasat tidak menjelaskan alasan tiga laporan tersebut dicabut oleh pelapor.
"Tiga sudah dicabut. Karena ada beberapa yang dicabut, jadi penghambat karena sudah tahap penyelidikan, tapi tidak menghentikan ya, hanya jadi penghambat," ujarnya.
Hingga akhirnya, dua tahun berselang, pelaku pencabulan berinisial AS ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap setelah berusaha kabur. Polisi berdalih, meski rentang waktu penyelidikan berjalan hampir dua tahun, penetapan tersangka ini menjadi bukti polisi tidak menghentikan penyidikan karena proses pengumpulan bukti terus dilakukan.
"Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu kita kumpulkan bukti, dan tahun ini terlapor kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," ujarnya.
Â
Buka Posko Pengaduan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5588993/original/059695500_1778144050-IMG_20260507_153205.jpg)
Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim kembali menegaskan sejauh ini pihaknya hanya menangani lima laporan korban. Sementara terkait kabar yang beredar bahwa korban pencabulan mencapai puluhan orang, dia mempersilakan warga melapor.
"Saat ini kami fokus pada korban yang sudah melapor dan sudah diperiksa, yakni total lima orang melapor. Misal ada masyarakat atau keluarga yang merasa jadi korban, silakan melaporkan, identitas kami rahasiakan," katanya.
Advertisement
Awal Mula Terbongkarnya Kasus
Terpisah, Kepala Dinsos P3AKB, Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia menyebut, kasus asusila tersebut berawal saat ada korban yang telah lulus dari Ponpes setempat, melaporkan dugaan tindakan kekerasan seksual yang dialaminya. Dari laporan tersebut, Aviani mengaku langsung bergerak cepat mendampingi satu korban yang melapor pada September 2024 lalu.
"Tugas kami mendampingi korban, jadi korban melaporkan satu orang. Mungkin korban melaporkan ada teman- teman yang lain tapi yang melaporkan baru satu orang kepada kami," ujar Aviani kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Pihak Dinsos Pati kala itu telah memberikan pendampingan kepada korban. Seiring bergulirnya waktu, perkara ini juga telah dilaporkan kepada polisi. Namun hingga saat ini, terduga pelaku tidak kunjung ditangkap.
Aviani mengungkapkan bahwa korban dalam kondisi gangguan psikis. Sebab memendam derita yang dialaminya selama bertahun-tahun saat berada di Ponpes setempat.
"Korban baru berani melaporkan kepada Dinsos P3AKB Pati, setelah lulus dari pondok pesantren. Mereka pendam sudah lama, sampai lulus baru berani melaporkan kepada kami dan polisi," tutur Aviani.
Sedangkan Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos Pati, Hartono menambahkan, korban melaporkan kondisi yang dialaminya kepada Dinsos Pati pada 24 September 2024.
"Bapak korban sempat datang dan bertanya perkembangan kasus (putrinya) ini. Sebab sejak 24 September 2024 hingga September 2025, kasusnya belum juga ada perkembangan," ucap Hartono
Kemudian pada Senin (27/4/2026), kata Hartono, pihak polisi baru bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara. Yakni di asrama putri, ruang pembelajaran, dan dua ruang kiai.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579906/original/094827200_1778119841-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_08.21.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3906886/original/032893200_1642489751-441-4415833_logo-jawa-tengah-png-lambang-daerah-jawa-tengah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884479/original/ACg8ocJc_oid6J3VLtCVFHYL6ugvHZoO8rxNNMWPfM8krXX-0Ve03HZakQ%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328141/original/083987300_1756198858-Screenshot_20250826_145801_Gallery.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4951810/original/086727300_1727167419-publikasi_1709802129_65e9829134bc6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/849473/original/011026700_1428838017-Ilustrasi-pembunuhan-wanita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189923/original/005208500_1744810715-673_x_373_rev__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7502965/original/078194800_1780275388-rumah_atsiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7171495/original/008206400_1779963063-jenazah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6501550/original/001476500_1779357696-IMG_20260521_162332.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6381538/original/011348500_1779256647-Screenshot_2026-05-20_at_12.35.25.jpg)