Dukungan Nyaris Bulat di Mubes IKA Unhas 2026, Mentan Amran Jadi Calon Tunggal

Dari 16 IKA fakultas, sebanyak 15 menyatakan dukungan kepada Amran.

OlehFauzan
Diterbitkan 02 Mei 2026, 18:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) resmi dimulai di Hotel Four Points Makassar, Sabtu (2/5/2026). Agenda utama forum empat tahunan tersebut adalah memilih Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Unhas periode 2026–2030.

Nama Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menjadi sosok yang paling banyak mendapat dukungan dari peserta penuh Mubes. Dukungan itu berasal dari IKA fakultas, wilayah, hingga daerah.

Ketua Panitia Mubes, Muhammad Ramli Rahim, menjelaskan bahwa proses pencalonan mengacu pada aturan AD/ART organisasi. Menurutnya, bakal calon ketua umum wajib memperoleh usulan minimal 20 persen dari peserta penuh.

“Kami juga menerima dari para delegasi untuk calon ketua umum. karena dalam AD/art disebutkan bahwa calon ketua umum harus diusulkan minimal 20 persen,” kata Muhammad Ramli Rahim.

Ia merinci, dari 16 IKA fakultas, sebanyak 15 menyatakan dukungan kepada Amran. Sementara dari 26 IKA wilayah, sebanyak 23 mengusulkan nama Amran. Adapun dari 30 IKA daerah, terdapat 22 dukungan yang masuk untuknya.

“Dari 16 IKA Fakultas, 15 mengirim surat usulan untuk Andi Amran Sulaiman. Dari 26 IKA wiayah 23 usulkan beliau. Dari 30 daerah ada 22 usulkan beliau. sehingga ketika kami total Ika wilayah dan fakultas sudah 92,8 persen. Kalau total seluruhnya mencapai 84,5 persen,” sambungnya.

Dengan dominasi dukungan tersebut, peluang munculnya kandidat lain dinilai sangat kecil. Ramli menyebut syarat dukungan minimal 20 persen hampir mustahil lagi dipenuhi figur lain.

“Tidak ada ruang lagi munculnya calon ketua baru yang dipersyaratkan 20 persen,” katanya.

 

Pesan Andi Amran Sulaiman

Dalam sambutannya di Mubes, Amran menegaskan bahwa alumni Unhas kini telah berkembang hingga ke tingkat internasional. Ia menyebut keberadaan IKA Unhas tidak lagi sekadar simbol organisasi, melainkan harus memberi dampak nyata.

“Eksistensi kita bukan sekadar seremonial, melainkan kontribusi nyata bagi kemanusiaan,” ujar Amran.

Ia juga memaparkan kiprah alumni Unhas dalam aksi kemanusiaan, termasuk bantuan bagi korban bencana di Aceh, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, Amran menyinggung capaian sektor pangan nasional. Ia menyebut stok beras Indonesia saat ini mencapai angka tertinggi dalam sejarah.

“Target kita, di tahun 2025 nanti, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor. Kami memegang teguh prinsip 'Sekali layar terkembang, pantang surut biduk ke pantai',” tegasnya.

Amran turut mendorong pengembangan hilirisasi di sektor pertanian dan mineral sebagai langkah memperkuat ekonomi nasional dan membuka jutaan lapangan kerja baru.

Ia menilai Universitas Hasanuddin harus terus melahirkan inovasi dan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi persaingan global.

“Tekanan yang keras akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Tekanan berlian itu 3.500 derajat Celcius. Tidak ada orang sukses tanpa kerja keras,” katanya.

Di akhir sambutannya, Amran mengajak alumni dan generasi muda untuk mengambil peran dalam memaksimalkan potensi sumber daya Indonesia.

“Indonesia adalah negeri yang kaya dan subur. Saya mengajak alumni Unhas dan generasi milenial untuk bergerak bersama mewujudkan potensi besar ini,” pungkasnya.