Kronologi Longsor di Sukabumi Tutup Rel Sepanjang 6 Meter, KA Pangrango Terhambat Setengah Jam

Material longsor sudah dibersihkan dan perlajanan KA Pangrango kembali normal.

Diterbitkan 19 April 2026, 06:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta -  Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi mengakibatkan tebing di petak jalan Cibadak–Parungkuda longsor pada Sabtu (18/4/2026) sore. Akibatnya jalur rel kereta api dan membuat perjalanan KA Pangrango terhambat selama 35 menit.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan longsoran terjadi di dua titik sekaligus, yakni KM 37+0/1 dan KM 37+8/9 pada pukul 15.33 WIB.

Material tanah yang luruh menimbun rel dengan panjang bervariasi, antara 2 hingga 6 meter.

Petugas Gerak Cepat Tangani Rel Tertimbun Longsor

Meski kondisi di lapangan masih diguyur hujan lebat, tim prasarana KAI Daop 1 Jakarta langsung dikerahkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari petugas awak sarana.

"Respons cepat ini merupakan bagian dari sistem pengawasan berlapis yang kami terapkan. Berkat kesigapan petugas di lintas, potensi bahaya dapat segera terdeteksi dan langsung ditangani," jelas Franoto.

Proses evakuasi material tanah berlangsung intensif selama kurang lebih 30 menit. Pada pukul 16.02 WIB, jalur dinyatakan bersih.

Setelah dilakukan pengecekan keamanan prasarana secara menyeluruh, lintas tersebut kembali dibuka untuk perjalanan kereta api satu menit kemudian.

 

Dampak Perjalanan

Insiden ini berdampak pada jadwal perjalanan KA 227 Pangrango relasi Sukabumi–Bogor yang mengalami keterlambatan sekitar 35 menit dari jadwal seharusnya.

KAI memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Seluruh penumpang tetap berada dalam kondisi aman selama proses evakuasi berlangsung.

Menyikapi intensitas hujan yang masih tinggi, KAI Daop 1 Jakarta telah memetakan titik-titik rawan dan menempatkan petugas tanggap darurat (petugas daerah rawan) untuk berjaga 24 jam.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan para pelanggan. KAI terus berkomitmen mengutamakan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini," tutup dia.