Modal Rp15 Ribu, Pria Tua Bangka di Lombok Utara Perkosa Siswa SLB Sepulang Sekolah

Identitas pelaku kekerasan seksual terhadap siswa SLB di Lombok Utara NTB terbongkar melalui rekaman CCTV.

Diterbitkan 17 April 2026, 21:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Lombok Utara - Seorang pria berinisial NA (43), warga Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, NTB, tega memperkosa anak SLB penyandang tunawicara. Terkait hal itu, Kastreskrim Polres Lombok Utara AKP I Komang Wilandra mangatakan, kasus itu terbongkar usai pihak keluarga melapor.

"Berdasarkan laporan tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap identitas pelaku melalui penelusuran rekaman CCTV," ujarnya.

Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi saat korban pulang sekolah pada Selasa (7/4/2026). Korban yang baru mengenal pelaku sehari sebelumnya mengikuti ajakan untuk pergi bersama menggunakan sepeda motor.

Pelaku kemudian membawa korban ke lokasi sepi di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, dan diduga melakukan tindak kekerasan seksual.

"Mereka tidak memiliki hubungan. Pelaku baru mengenal korban sehari sebelumnya dan mengajaknya pergi saat korban pulang sekolah," katanya.

Setelah kejadian, pelaku mengantar korban kembali ke warung di depan sekolah dan memberikan uang sebesar Rp15 ribu sebelum meninggalkan korban.

Korban kemudian pulang ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya menggunakan bahasa isyarat.

Mendapat laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dengan menelusuri rekaman CCTV serta memeriksa saksi-saksi yang melihat korban bersama pelaku.

Dari hasil penyelidikan, identitas pelaku berhasil diungkap dan pada Kamis (16/4/2026) tersangka ditangkap di wilayah Kota Mataram dengan bantuan personel Polda NTB dan Polresta Mataram.

"Dari barang yang dibawa, diduga pelaku berencana melarikan diri," ujar Komang.

Polisi menduga pelaku telah merencanakan perbuatannya dan saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengetahui kemungkinan adanya korban lain.

"Sejauh ini baru satu korban, namun kami masih melakukan pendalaman," katanya.

Selain itu, Polres Lombok Utara juga memberikan pendampingan kepada korban untuk pemulihan trauma akibat peristiwa tersebut.

"Korban masih mengalami trauma, sehingga kami turut memberikan pendampingan," ujar Komang.