Razia Lapas Sukabumi, Petugas Temukan Sajam Rakitan hingga 30 Botol Parfum Kaca

Sebanyak 105 warga binaan dan 35 pegawai Lapas juga diambil sampel urinenya secara acak.

Diterbitkan 06 April 2026, 23:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Petugas gabungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menyisir kamar hunian warga binaan dan menemukan beragam barang terlarang, mulai dari senjata tajam (sajam) rakitan hingga perlengkapan alat kecantikan seperti kosmetik atau makeup.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan tiga buah senjata tajam buatan yang dirakit dari material logam dan sikat gigi yang diruncingkan.

Namun, yang cukup menyita perhatian adalah banyaknya barang-barang penunjang penampilan seperti pelentik bulu mata, cat rambut, hingga alat makeup.

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono menerangkan, razia besar-besaran digelar pada Senin (6/4/2026) ini bagian dari memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 sekaligus memperkuat komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).

Selain itu, petugas juga menyita 30 botol parfum berbahan kaca yang dianggap rawan disalahgunakan sebagai alat penyerangan jika pecah.

"Kami menyita sikat gigi yang sengaja diruncingkan serta sajam rakitan. Meskipun terlihat sederhana, benda-benda ini sangat berbahaya bagi keamanan. Begitu juga dengan botol-botol parfum kaca dan alat kecantikan berbahan logam, semua kami tertibkan demi menjaga kondusifitas," ungkap Budi Hardiono.

 

Sterilisasi Narkoba Lewat Tes Urine

Tak hanya menggeledah fisik bangunan, Lapas Sukabumi juga menggandeng BNNK Sukabumi serta TNI-Polri untuk melakukan tes urine mendadak.

Sebanyak 105 warga binaan dan 35 pegawai Lapas diambil sampel urinenya secara acak.

Hasilnya, petugas memastikan tidak ada satupun sampel yang positif mengonsumsi narkotika.

Hal ini membuktikan bahwa meskipun ditemukan barang-barang hasil modifikasi, peredaran narkoba di dalam Lapas Sukabumi tetap nihil.

"Hasil tes urine 100 persen negatif. Ini menunjukkan bahwa program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika (P4GN) di Lapas Sukabumi berjalan dengan sangat ketat," tambah dia.

 

Transparansi Institusi

Budi juga menegaskan bahwa razia gabungan bersama Koramil 0607-07 Warudoyong dan Polsek Warudoyong ini adalah bentuk transparansi institusi kepada publik.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut atas 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan dari Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Kusnali.

"Kami tidak akan kendor. Razia rutin dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya akan terus ditingkatkan. Kami ingin mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas," jelas dia.

Ia menambahkan, seluruh barang bukti hasil razia kini telah didata untuk selanjutnya dimusnahkan. Sementara itu, situasi di dalam Lapas tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif.