Cerita Mencekam Warga Terperosok ke Sungai Akibat Jembatan Ambruk Saat Mau Nyoblos Kades di Sukabumi

Warga Kedusunan Cilampahan, Sukabumi, mengalami momen mencekam saat Jembatan Gantung Siliwangi ambruk ketika hendak menuju TPS Pilkades

Diterbitkan 04 April 2026, 19:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Niat warga Kedusunan Cilampahan, Desa Sumberjaya, Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Antar Waktu (PAW) berujung trauma. Jembatan Gantung Siliwangi yang menjadi akses utama mereka menuju lokasi pencoblosan tiba-tiba ambruk pada Kamis 2 April 2026 lalu.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ini mengakibatkan belasan orang jatuh terperosok ke aliran Sungai Cibugel yang berada di bawahnya.

Salah seorang korban, Tutang Suryadi, menceritakan detik-detik mengerikan tersebut. Saat itu, ia bersama rombongan yang terdiri dari sekitar 6 sepeda motor tengah melintas di atas jembatan.

"Dari awal lewat memang jembatan sudah terasa oleng. Saya sempat berhenti di tengah untuk membiarkan motor di depan lewat dulu. Pas saya ngegas lagi, tiba-tiba ada suara 'jepret', jembatan putus dan saya jatuh," ungkap Tutang, Sabtu (4/4/2026).

Tutang mengaku tubuhnya sempat terhimpit sepeda motor sehingga sulit bergerak. Dalam kondisi panik, ia melihat rekan-rekan dan anggota keluarganya sudah berada di sungai.

"Satu motor bahkan hanyut. Saya teriak minta tolong untuk menyelamatkan anak Mang Dera yang menangis, istri saya juga jatuh ke bawah," tambahnya.

Bagi sekitar 500 warga Kedusunan Cilampahan, Jembatan Siliwangi adalah urat nadi utama. Putusnya jembatan ini membuat warga terisolasi.

Tanpa jembatan ini, mereka harus memutar jauh melewati jalan perkebunan yang rusak parah atau menggunakan sampan.

"Harapan saya, pemerintah segera menangani jembatan Cibugel ini karena ini kebutuhan paling utama kami untuk menuju ke desa atau ke kota," tutur dia.

 

Penjelasan Camat Tegalbuleud

Menanggapi peristiwa tersebut, Camat Tegalbuleud, Encep Iskandar, menjelaskan bahwa jembatan yang ambruk itu dibangun pada tahun 2022 oleh TNI.

Ia membenarkan bahwa para korban merupakan warga yang hendak mengikuti pesta demokrasi tingkat desa.

"Betul, hari ini ada kegiatan pemilihan kepala desa antar waktu di Desa Sumberjaya. Sebagian yang mengalami kecelakaan tersebut adalah para pemilih. Alhamdulillah, dari korban yang jatuh, mereka hanya menderita luka ringan dan sudah dievakuasi ke Puskesmas Tegalbuleud," jelas Encep.

Mengenai langkah selanjutnya, Encep menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perbaikan akses.

"Kedepannya kami selalu berkoordinasi dengan BPBD dan pihak PU untuk melakukan perbaikan ataupun memposisikan kembali jembatan tersebut sebagaimana mestinya, sehingga kecelakaan serupa tidak terulang kembali," terang dia.