Sopir Truk Ricuh saat Antre di Pelabuhan Alternatif Lampung, Diduga Gara-gara Ini

Salah satu sopir truk, Ujang, mengungkapkan kemarahan para pengemudi dipicu lamanya waktu tunggu.

Diterbitkan 26 Maret 2026, 17:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keributan antar sopir truk pecah di Pelabuhan PT Sumur Makmur Abadi (SMA), Lampung Selatan yang difungsikan sebagai pelabuhan alternatif saat arus balik Lebaran 2026. Insiden dipicu dugaan aksi penyerobotan antrean oleh salah satu kendaraan.

Dalam video yang beredar, puluhan sopir dan kernet angkutan logistik terlihat mengejar satu unit truk yang diduga menyerobot antrean masuk kapal. Aksi itu berujung pada penyerangan terhadap kendaraan hingga memicu kericuhan di area pelabuhan.

Salah satu sopir, Ujang, mengungkapkan kemarahan para pengemudi dipicu lamanya waktu tunggu.

Ia menyebut, banyak sopir sudah mengantre berjam-jam, namun tiba-tiba ada kendaraan yang masuk tanpa mengikuti urutan.

“Sudah lama kami antre, tapi ada yang langsung serobot. Itu yang bikin emosi,” kata Ujang, Kamis (26/3/2026).

Ia juga menduga adanya perlakuan tidak adil dalam pengaturan antrean. Menurutnya, truk yang diserang disebut-sebut membawa muatan ayam sehingga diduga mendapat prioritas untuk masuk lebih dulu.

“Katanya bawa ayam, mungkin ada yang ‘main mata’ supaya didahulukan. Kami juga bawa barang penting, harusnya tetap ikut aturan antrean,” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, membenarkan adanya insiden keributan di lokasi. Namun, ia memastikan situasi kini telah kembali kondusif.

“Memang benar tadi malam terjadi keributan, tapi saat ini sudah kondusif. Pengelola pelabuhan sudah melakukan mediasi dengan para sopir,” jelas Yuni.

 

Hasil Mediasi

Ia menjelaskan, mediasi dilakukan untuk mengatur ulang skema antrean agar tidak kembali memicu konflik.

Dalam kesepakatan tersebut, kendaraan bermuatan buah dan sayur diberikan kuota 15 unit, sementara truk pengangkut ayam sebanyak 5 unit untuk masuk kapal.

“Kesepakatan ini untuk mengatur alur kendaraan agar lebih tertib. Saat ini kondisi sudah kembali normal,” tandasnya.