Respons Pemerintah Dianggap Lambat, Sopir Angkot di Sukabumi Sweeping Travel Gelap

Koordinator sopir, Rudi, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kekecewaan para pengemudi resmi yang kehilangan pendapatan

Diterbitkan 15 Maret 2026, 19:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi penyisiran (sweeping) yang dilakukan puluhan sopir angkutan umum Colt L300 jurusan Sukabumi-Bogor di kawasan Cibadak, Minggu (15/3/2026) dini hari, menyasar kendaraan yang diduga travel gelap.

Koordinator sopir, Rudi, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kekecewaan para pengemudi resmi yang kehilangan pendapatan akibat menjamurnya angkutan tanpa izin.

"Ini inisiatif sendiri dari para sopir karena merasa dirugikan. Penumpang sudah tidak ada karena diambil travel gelap," ujar Rudi di lokasi.

Rudi juga menyayangkan lambatnya respons dari pihak berwenang dalam menindak fenomena travel ilegal yang sudah berlangsung lama ini.

"Sudah lama dampaknya, tapi tidak ada penindakan atau razia dari pemerintah. Makanya kami terpaksa bikin aksi begini," tegasnya.

Aksi yang dijaga ketat oleh kepolisian ini dipastikan berjalan kondusif. Penumpang yang kendaraannya terjaring diminta pindah ke angkutan resmi untuk melanjutkan perjalanan ke terminal.

Bhabinkamtibmas Cibadak Aipda Emin Mukhromin, menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 hingga 10 kendaraan yang dihentikan karena diduga kuat sebagai travel gelap.

"Kendaraan yang disinyalir travel gelap dihentikan, lalu penumpang dengan sukarela turun dan diteruskan menggunakan L300 ke terminal," jelas Emin.

Meski aksi berakhir damai tanpa tindakan anarkis, kepolisian meminta para sopir untuk lebih mengedepankan koordinasi di masa mendatang agar tidak terjadi gesekan di lapangan.

"Kami imbau para sopir agar ke depan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dishub, dan jangan melakukan tindakan anarkis," pungkasnya.