Liputan6.com, Jakarta - Polisi segera memanggil penyanyi jebolan Indonesian Idol, Piche Kota. Dia akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan atau persetubuhan terhadap siswi SMA berinisial ACT (16) di Atambua, Kabupaten Belu, NTT.
Kapolres Belu, AKBP. I Gede Eka Putra Astawa mengatakan dalam kasus itu, polisi menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Piche Kota, RS alias Rifle, dan RM alias Roni.
"Penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap tersangka RS dan PK untuk kepentingan penyidikan," kata Astawa, Minggu (22/2/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan untuk satu tersangka lainnya yakni Roni sedang dicari untuk dilakukan penangkapan. Pasalnya setelah ditetapkan sebagai tersangka, Roni mengabaikan panggilan pemeriksaan penyidik tanpa alasan.
"Tersangka RM tidak kooperatif dan tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa alasan yang sah," katanya.
Meski demikian, Astawa tak memberitahukan jadwal pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Piche Kota dan Rifle sebagai tersangka.
Dijerat Pasal Berlapis
Astawa mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara yang dilaksanakan pada Kamis (19/2/2026) di Polres Belu, Kabupaten Belu, NTT.
“Sesuai hasil gelar perkara, penyidik menetapkan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial RM, RS, dan PK,” ujar Astawa.
Menurut dia, penetapan tersangka dilakukan karena telah terpenuhinya unsur tindak pidana serta syarat minimal alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum acara pidana.
“Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan rangkaian penyidikan yang sah dan terukur. Mekanisme gelar perkara mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian, objektivitas, dan akuntabilitas, serta sebagai bentuk pengawasan internal dalam proses penyidikan,” katanya.
Dalam kasus tersebut, penyidik menerapkan pasal berlapis kepada ketiga tersangka, yakni Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun, serta Pasal 415 huruf b KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240685/original/023027300_1748928744-Jepretan_Layar_2025-06-03_pukul_12.15.51.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288956/original/060181200_1783352729-Yuran_Fernandes__dok._Persebaya_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292646/original/028409800_1783639977-Facundo_Tello.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291990/original/041505200_1783581773-WhatsApp_Image_2026-07-09_at_14.20.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291392/original/069354000_1783529802-IMG-20260708-WA0194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558448/original/055219700_1776419031-IMG_5041.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291261/original/048254500_1783511235-fd19e1b6-23b2-416d-ba92-1da3d14a56c5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4231111/original/058420800_1668760992-Ilustrasi_kekerasan_pada_anak_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290676/original/032918900_1783490523-385af5e9-744b-4725-9d0f-82a1d2ef04bb__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288994/original/076060000_1783377883-kpolda-Katingan_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288787/original/075636400_1783333036-1000966836.jpg)