Liputan6.com, Jakarta - Sejak lulus SMP medio 1989, Jeje berangkat dari Ciamis ke Kota Bandung menyusul tetangganya yang lebih dulu bekerja di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Kala itu, ia tak pernah bermimpi bakal berbagi aroma tubuh dan riwayat hidup berpuluhan tahun dengan seekor gajah.
Pengalamanan mengurus mamalia darat terbesar itu pun dia tak punya. Meski hanya sekadar memberi makan. Tetapi, Jeje mengakui memang seorang pecinta hewan. Bekal itulah yang memberanikannya mengiyakan tawaran bekerja di Bandung Zoo.
Jeje memulai hari pertama bekerja sebagai tenaga kebersihan lapangan dan kandang. Selang beberapa waktu, Jeje coba pelatihan menjadi mahout, pengasuh gajah. Tak disangka, dia dinyatakan lolos dan diberangkatkan ke Taman Nasional Way Kambas, Lampung, mengikuti pelatihan sekaligus misi membawa seekor gajah tunggang.
Advertisement
"Di sana, guru saya adalah para mahout berpengalaman dari Thailand," Jeje berbagi cerita dengan Liputan6.com.
Beratnya tugas dijalani membuat Jeje menghabiskan waktu berbulan-bulan lamanya di di Way Kambas. Di sana, dia benar-benar ditempa. Dari sana jugalah, rasa persahabatannya dengan gajah itu dimulai.
Ditemui awal Februari lalu, Jeje dengan bangga memperkenalkan sahabat besarnya itu.
"Ira, hei Ira," panggil Jeje.
Gajah betina usia 40 tahunan itu pun melirik. Dia tampak santai sambil terus mengunyah pakan favoritnya, rumput gajah dari Purwakarta.
Kenangan Gajah Ira dan Jeje
Ira sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Jeje. Barangkali, Ira pun sebaliknya. Sebagai hewan dengan ingatan jangka panjang yang kompleks, Ira diyakini juga menyimpan banyak kenangan tentang Jeje.
"Gajah itu ingatannya memang kuat. Walaupun saya sudah enggak di sini misalnya, tapi kita panggil dia masih tahu. Akan mengenali suara kita," kata Jeje.
Jeje terkenang. Ketika pertama bertemu umurnya Gajah Ira yang kala itu beruumur 15 tahun. Tingginya masih seperut orang dewasa, sekarang lebih dari 2 meter. Dulu, setelah pelatihan di Way Kambas, Jeje pulang ke Bandung bersama Ira menyeberangi lautan melalui Pelabuhan Bakauheni. Perjalanan mereka dilanjutkan menaiki truk besar hingga Bandung.
Dibantu dua rekan kerjanya, selama puluhan tahun ini Jeje mengasuh Ira layaknya anak kecil, dari mulai memberi makan, mengajaknya jalan-jalan di area penangkaran, memandikannya, hingga membersihkan kotorannya.
Konflik Bandung Zoo dan Kebersamaan yang Akan Hilang?
Belakangan ini, Jeje resah. Dia cemas kebersamaannya dengan Gajah Ira akan berakhir buntut kisruh penutupan Bandung Zoo dan rencana pergantian pengelolaan.
Seperti diketahui, Bandung Zoo ditutup sementara untuk umum seiring pencabutan izin pengelolaan lembaga konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) awal tahun ini.
Advertisement
Suara Para Pekerja Bandung Zoo dan Janji Wali Kota
Selaku pekerja, Jeje merasa tak bisa banyak ikut campur soal manajemen. Tetapi dia berkeyakinan. Siapapun pengelola yang bakal mengurus Bandung Zoo, bersedia mempertahankan semua pekerja yang aktif saat ini, disertai pemenuhan hak yang layak bahkan lebih baik dari sebelumnya.
“Saya kira mungkin harapan kebanyakan pekerja itu, yang pertama adalah keberlanjutan pekerjaan gitu ya. Terus kemudian, (pemenuhan) haknya juga memang minimal sama dari sebelumnya, syukur-syukur bisa lebih,” kata dia.
Sebagai mahout, ia tak bisa meninggalkan Ira begitu saja sekalipun dalam masa transisi pengelolaan seperti saat ini. Sebab Jeje dan sejumlah rekannya adalah sahabat setia para satwa. Yang hubungannya begitu dekat. Bukan Sekadar satwa dan pawangnya. Karena itu, Jeje berharap masih bisa bekerja untuk Ira.
“Banyak kenangannya," kata dia singkat sembari tersenyum simpul.
Ketua Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD) Bandung Zoo, Yaya Suhaya menyampaikan, ada sekitar 124 pekerja yang masih aktif dari mulai tenaga kesehatan hewan, zoo-keeper, tenaga kebersihan, tenaga keamanan, dan lainnya.
Status mereka berbeda-beda, dari karyawan tetap hingga kontrak. Yaya mengatakan, mereka masih terikat kerja dengan pengelola sebelumnya. Sementara saat ini belum ada kejelasan apakah para pekerja akan tetap dipekerjakan jika Bandung Zoo berganti pengelola.
“Kalau melihat dasar-dasar untuk yang terkait aturannya atau segala macam, itu kan sekarang kita belum jelas,” kata pria Yaya saat ditemui Liputan6.com.
Yaya mengetahui, Pemkot Bandung berjanji akan menanggung gaji karyawan selama tiga bulan masa transisi. Tapi, pertanyaan penting bagi Yaya dan ratusan pekerja lainnya adalah, apakah mereka akan tetap bisa bekerja setelah masa transisi selesai?
“Setelah tiga bulan, kita mau ke mana? Mau ngapain? Apakah langsung kita ditinggalkan? Itu yang kita tidak mau. Harapannya keberlanjutan kerja, dan pasti dengan haknya yang harus dipenuhi,” katanya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebelumnya menyatakan komitmen Pemkot Bandung untuk menanggung operasional harian dan gaji karyawan selama masa transisi. Besaran gaji disebut akan mengacu pada Upah Minimum Kota (UMK).
“Kita ikut aturan maksimum UMK,” kata Farhan.
Namun pernyataan itu justru memunculkan keberatan di kalangan pekerja. Perwakilan karyawan Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, menilai pendekatan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan.
“Punten ya, pembayaran di sini jauh lebih tinggi ketimbang UMK. Kita tuh ada grade-nya, dengan skill ini dibayarnya berapa. Jadi indikator itu harus keluar,” ujarnya.
Menurut Sulhan, menyamaratakan upah hanya berdasarkan UMK mengabaikan pengalaman, keahlian, dan tanggung jawab masing-masing pekerja.
“Kan pemerintah penginnya simpel saja, bayar UMK. Itu kan tidak melihat aspek-aspek lain. Makanya jangan maksa kalau aturannya nggak ada,” tegasnya.
711 Satwa dalam Pengawasan Negara
Sebanyak 711 satwa yang berada di Bandung Zoological Garden atau Kebun Binatang Bandung dipastikan berada dalam pengawasan penuh negara melalui Kementerian Kehutanan.
Menurut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut RI, Satyawan Pudyatmoko, seluruh satwa yang berada di Bandung Zoo merupakan satwa dilindungi dan secara hukum berstatus sebagai milik negara yang dititipkan kepada lembaga konservasi.
"Satwa di kebun binatang seluruh Indonesia itu milik negara. Bandung Zoo saat ini memiliki sekitar 711 individu, dan semuanya satwa dilindungi," ujar Satyawan di Balai Kota, ditulis Bandung, Jumat (6/2/2026).
Dengan dicabutnya izin lembaga konservasi dan dihentikannya aktivitas pengelola lama, tanggung jawab penuh perawatan satwa kini berada di tangan pemerintah pusat.
Hal itu termaktub dalam penandatanganan nota kesepakatan dengan Pemkot Bandung yang ditandatangani pada Kamis 5 Februari 2026.
"Kami bertanggung jawab memastikan tidak ada satwa yang terlantar, semua sehat, tercukupi pakannya, dan kesejahteraannya terjamin," kata Satyawan.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menuturkan, sesuai kesepakatan, penanganan satwa dilakukan 100 persen oleh Kemenhut RI. Sedangkan Pemkot Bandung fokus pada aspek operasional non-satwa.
Terkait kunjungan masyarakat, Farhan menyampaikan kawasan Bandung Zoo masih disegel selama masa evaluasi. Pembukaan kembali akan bergantung pada hasil penilaian kesehatan dan kondisi psikologis satwa oleh Direktorat Jenderal KSDAE.
"Yang paling berhak menentukan boleh tidaknya dibuka adalah Dirjen, berdasarkan kondisi satwa," ucap Farhan.
Pemerintah memastikan langkah ini dilakukan untuk menjamin kesejahteraan satwa sebagai prioritas utama, sejalan dengan prinsip konservasi dan perlindungan satwa dilindungi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2038255/original/013366700_1746063537-63FE8A6F-8BFA-48FD-868E-C41F2A0D3879_1_201_a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502521/original/053978800_1770985278-IMG_1436.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884479/original/ACg8ocJc_oid6J3VLtCVFHYL6ugvHZoO8rxNNMWPfM8krXX-0Ve03HZakQ%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570024/original/021831800_1777476486-dd45f2a2-220f-45fb-8923-ab0c5a0faf67.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8538740/original/099129700_1782474550-Taufik_Hidayat_pelaku_penganiayaan_dan_penyekapan_pacar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8398123/original/070912400_1782279358-Polda_Jabar_tangkap_Taufik_Hidayat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288042/original/032722400_1752860767-Kapolda_Jabar_Irjen_Pol._Rudi_Setiawan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8356556/original/077740600_1782231380-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_23.03.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8352767/original/070156900_1782227088-taufik_hidayat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8351567/original/029284200_1782225485-taufik.jpg)