Hari ke-9 Operasi SAR Longsor Cisarua: Area Pencarian Diperluas, 10 Orang Masih Hilang

Operasi SAR korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat diperluas, pada Minggu (1/2/2026) hari ini.

Diterbitkan 01 Februari 2026, 13:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan memperluas wilayah operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, seiring operasi SAR yang memasuki hari kesembilan, Minggu (1/2/2026).

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, pencarian hari ini difokuskan pada optimalisasi upaya di sektor prioritas dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta pengendalian risiko longsor susulan.

“Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Tim SAR mencatat hingga hari ini, jumlah korban terdampak mencapai 158 jiwa, dengan rincian 78 orang selamat, 70 korban telah dievakuasi dalam kantong jenazah, serta 10 orang lainnya masih diduga tertimbun material longsoran.

Ia menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan pencarian, tim telah melakukan asesmen kondisi longsoran menggunakan drone UAV sejak pukul 06.00 WIB untuk memetakan potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, serta menetapkan jalur evakuasi darurat.

“Apabila area dinyatakan aman berdasarkan asesmen safety officer, kami mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk melakukan penelusuran titik-titik potensial keberadaan korban pada tiga sektor pencarian,” katanya.

 

Fokus 3 Sektor

Pencarian korban kemudian dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB dengan fokus pada tiga sektor operasi, yakni Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie, menggunakan metode pencarian manual, teknikal, serta dukungan alat berat secara terkontrol dan berlapis sesuai kondisi medan.

Ia menyebut bahwa pada operasi SAR gabungan mengerahkan 18 unit alat berat yang terdiri atas berbagai tipe alat berat, mulai dari PC 75 hingga PC 300, guna mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.

“Optimalisasi penggunaan alat berat disesuaikan dengan situasi lapangan dan hasil asesmen keselamatan, sehingga tetap efektif, namun tidak mengabaikan keamanan personel,” ujarnya.