Liputan6.com, Cianjur - Warga di wilayah utara Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digemparkan oleh suara dentuman keras yang dibarengi kilatan cahaya kemerahan di langit pada Senin malam (5/1/2026) lalu. Hingga saat ini, penyebab pasti fenomena tersebut masih simpang siur menyusul adanya perbedaan analisis dari dua lembaga terkait.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pandangan yang bertolak belakang mengenai pemicu suara misterius tersebut.
Penyelidik Bumi Utama PVMBG, Supartoyo, menjelaskan bahwa dentuman dan cahaya kemerahan itu diduga berkaitan dengan fenomena energi elektromagnetik.
Advertisement
Namun, pihaknya masih mendalami pemicu pastinya karena tidak ada aktivitas kegempaan yang terdeteksi di lokasi kejadian.
"Kami masih mendalami penyebab terjadinya fenomena energi tersebut termasuk pemicunya karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya menjadi pemicu terjadinya fenomena alam tersebut," ujar Supartoyo, Kamis (7/1/2026).
Di sisi lain, BMKG Jawa Barat menduga fenomena tersebut bukan berasal dari proses alam, melainkan akibat aktivitas manusia.
Kepala BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, mengungkapkan bahwa berdasarkan data alat pemantau, tidak ditemukan adanya aktivitas seismik maupun badai petir di wilayah Cianjur saat kejadian berlangsung.
"Petugas dan alat yang terpasang di BMKG Bandung tidak menunjukkan adanya aktivitas kegempaan dan badai petir di wilayah Cianjur, sehingga kami menduga aktivitas tersebut buatan manusia," kata Teguh.
Kesaksian Warga
Kengerian saat kejadian diceritakan oleh Dede Sandi, seorang warga Kecamatan Cipanas. Ia menyebut suara gemuruh kencang mendahului munculnya kilatan cahaya di langit malam.
"Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit, selang setengah jam kami baru masuk ke dalam," kenang Dede.
Kesaksian serupa disampaikan oleh Emma, warga Desa Ciloto, Kecamatan Pacet. Awalnya, ia mengira dentuman tersebut adalah kecelakaan lalu lintas di dekat kediamannya.
“Disangka ban pecah atau tabrakan karena rumah saya kan di pinggir jalan, tapi pas dilihat tidak ada apa-apa. Tapi memang suaranya cukup keras, dan warga lain juga dengar,” tutur Emma.
Menyikapi keresahan ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya. Saat ini, BPBD terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak-pihak ahli.
"Kami masih mencari informasi pastinya sehingga warga jangan panik namun tetap waspada, kami sudah melakukan koordinasi dengan PVMBG dan BMKG apa penyebab suara dentuman dan kilatan cahaya yang terjadi malam itu," ujarnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549356/original/044187700_1775616635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-08T094635.806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296369/original/030425400_1784012720-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T140419.763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4212202/original/029624000_1667379617-joanna-kosinska-K09d-v-U-E0-unsplash_1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373109/original/027493300_1476359156-cianjur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297070/original/029757400_1784071679-Players_of_France_and_Spain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297047/original/067992000_1784067138-fran6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297065/original/007044100_1784070064-Spain_goalkeeper_Unai_Simon_and_defender_Pau_Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297060/original/000844200_1784067788-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297031/original/089698500_1784066707-Spain_s_Borja_Iglesias__26__celebrates_with_Rodri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297028/original/097743500_1784066595-000_C27T8XW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297022/original/065688300_1784063871-063_2286108373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297023/original/005665300_1784063890-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297021/original/002448900_1784061838-063_2286107530.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294845/original/097611200_1783895919-Dampak_kerusakan_akibat_gempa_Buol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290480/original/063078400_1783482944-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-08T105431.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3506454/original/048190800_1625843212-ilustrasi-gempa-bumi-istock--2_ratio-16x9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/717234/original/Jakarta_Cerah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/732754/original/044682900_1409879838-Jakarta_Cerah_berawan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9117582/original/004246500_1783066808-el_nino__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8965709/original/018208600_1782978698-17646437465375076649.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/729279/original/012595900_1409253702-view.jpg)