Pemkot Cilegon Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor, Akibat Bukit hingga Pegunungan Gundul

Pemkot Cilegon, Banten menetapkan status siaga banjir dan longsor di wilayahnya, usai tiga dari delapan kecamatannya di terendam sejak Jumat sore 2 Januari 2025.

Diterbitkan 03 Januari 2026, 23:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon, Banten menetapkan status siaga banjir dan longsor di wilayahnya, usai tiga dari delapan kecamatannya di terendam sejak Jumat sore 2 Januari 2025.

Kenaikan air laut juga diwaspadai oleh pemerintah, karena bisa menghambat pembuangan air hujan dan sungai yang bisa menyebabkan banjir di Kota Baja.

"Iyah sudah status siaga banjir. Karena BMKG menyampaikan puncak musim hujan. Harus waspada ketika puncak musim hujan pas purnama, pas pasang-pasang nya, itu kita atensi juga. Ini masih diawal, ini ada 28 hari lagi melewati puncak musim hujan kita terus waspada, siaga untuk menanggulangi bencana," ujar Wali Kota Cilegon Robinsar, Sabtu (3/12/2025).

Dia mengatakan, sejumlah bukit dan pegunungan di Cilegon gundul, bahkan hilang, berubah menjadi kawasan pertambangan tanah, batu hingga pasir, menyebabkan tidak ada penahan dan resapan air.

"Sehingga air hujan yang turun di perbukitan maupun pegunungan, langsung turun ke permukiman hingga jalanan, menyebabkan banjir. Kondisi diperparah jika air laut pasang, air hujan dan sungai tertahan kemudian menyebabkan banjir, tidak bisa langsung terbuang," papar Robinsar.

"Debit air dari atas (pegunungan) sangat tinggi. Sungai dan kali kita tidak sanggup menampung, sehingga meluber ke mana-mana. Kondisi ini diperparah dengan pasang air laut yang membuat aliran air ke muara menjadi lambat," sambung dia.

 

Sediakan Dapur Umum hingga Lokasi Pengungsian

Robinsar mengatakan, Pemkot Cilegon saat ini fokus menyediakan dapur umum hingga lokasi pengungsian bagi warga te dampak banjir.

"Lurah camat harus mencari lokasi yang layak di wilayah-wilayah untuk peristirahatan," ucap dia.

Disisi lain menurut DPRD Cilegon, Pemprov Banten harus mengevaluasi aktifitas tambang yang ada di Kota Baja. Lantaran menjadi salah satu penyebab banjir disertai lumpur.

Ketua DPRD Cilegon Rizki Khairul Ichwan akan mengajak Walikota, Kapolres dan Dandim Cilegon untuk bertemu Gubernur Banten, membahas pertambangan di wilayahnya, karena ditengarai penyebab terjadinya banjir.

"Iya pasti (terkait tambang). Kita lihat sendiri banjir kebanyakan dari lumpur. Maka dari itu, harus segera dievaluasi supaya ke depan tidak ada lagi kejadian serupa," ujar Ketua DPRD Cilegon Rizki Khairul Ichwan.