Duduk Perkara Kontainer Bantuan untuk Aceh Tamiang yang Dikabarkan Ditahan di Medan

Kabar mengenai kontainer berisi bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh yang disebut-sebut tertahan di Medan viral di berbagai platform media sosial, bahkan video yang beredar memperlihatkan cekcok antara pejabat dan relawan.

Diterbitkan 31 Desember 2025, 07:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Informasi soal kontainer bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh Tamiang yang diduga tertahan di Medan viral di media sosial, disertai beredarnya video cekcok antara pejabat dan relawan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Saragih membantah kabar tersebut. Dia pun menceritakan kejadian ini bisa terjadi.

Di mana ada pengiriman bantuan atas nama BPBD Jatim sebanyak 10 Kontainer untuk bencana Sumut. Momentum yang sama, ada dua Kontainer yang pengirimannya bersamaan, yakni atas nama Relawan Gimbal Alas Malang Jatim, melalui PT Pelni.

Namun saat tiba di Medan, bantuan tersebut dibawa ke GSG Pemprov, termasuk di dalamnya dua kontainer atas nama Relawan Gimbal Alas, di mana posisinya Pemprov Sumut mendapat konfirmasi dari BPBD Jatim terkait pengiriman bantuan untuk korban bencana Sumatera Utara.

“Intinya kita mendapat konfirmasi dari Jatim (BPBD), bantuan itu dikirimkan sebanyak 10 kontainer, untuk korban bencana Sumatera Utara. Kita tidak tahu ternyata ada dua kontainer yang milik Relawan Gimbal Alas, dibongkar di sini. Untuk pengirimannya (biaya), kita siap membayar,” jelas Tuahta dalam keterangannya, seperti dikutip dari laman Pemprov Sumut, Rabu (31/12/2025).

Kesalahpahaman Informasi

Tuahta menegaskan, ini ada kesalahpahaman informasi. Karena itu, Pemprov Sumut bertanggung jawab membantu pengiriman bantuan ke Provinsi Aceh, meskipun pada dasarnya tidak mengetahui bahwa ternyata dalam pengiriman tersebut, dua dari 12 kontainer, untuk bantuan ke Aceh atas nama Relawan Gimbal Alas.

Selain itu, Tuahta juga memahami bahwa Provinsi Aceh menjadi bagian dari daerah yang terkena bencana banjir, banjir bandang dan longsor.

Saat ini pihaknya juga masih bekerja menerima dan mendistribusikan bantuan yang masuk dari berbagai daerah, mengingat dampak yang terjadi cukup berat dan panjang.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Mapel Indonesia yang mendampingi Relawan Gimbal Alas berharap hal ini tidak terulang lagi. Mengingat bantuan tersebut berasal dari masyarakat.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Operasional PT Pelni Wilayah Medan Suharto, Asisten Pemerintah dan Kesra Basarin Tanjung, para relawan Gimbal Alas serta pihak terkait lainnya.