30 Hektare Sawah Terendam Banjir di Gegerbitung Sukabumi, Petani Terancam Gagal Panen

​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Ofiek, mengonfirmasi bahwa banjir ini menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan lokal karena luasnya area yang terdampak.

Diterbitkan 29 Desember 2025, 18:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nasib malang menimpa para petani di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 30 hektare lahan persawahan yang sudah menguning dan siap panen dilaporkan terendam banjir akibat luapan Sungai Cimandiri pada Minggu (28/12/2025) sore.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Sekitar pukul 17.15 WIB, debit air Sungai Cimandiri meningkat drastis hingga meluap ke area pertanian warga di dua desa, yakni Desa Caringin dan Desa Cijurey.

​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Ofiek, mengonfirmasi bahwa banjir ini menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan lokal karena luasnya area yang terdampak.

​"Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, area persawahan yang terendam mencapai kurang lebih 30 hektare. Kondisinya sebagian besar sudah siap panen, sehingga risiko gagal panen bagi para petani sangat tinggi," ujar Ofiek saat dikonfirmasi, Senin (29/12/2025). 

​Data P2BK menunjukkan wilayah terdampak mencakup Kampung Caringin RT 020/006 di Desa Caringin serta Kampung Lembursawah RT 017/005 di Desa Cijurey. 

Meski luapan air sungai cukup luas, petugas memastikan tidak ada pemukiman warga yang ikut terendam dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

​"Fokus dampak bencana kali ini murni pada sektor pertanian. Untuk rumah warga terpantau aman, namun kerugian materiil petani diprediksi cukup besar karena gabah yang terendam banjir kualitasnya akan menurun drastis," tambahnya.

 

Imbau Warga Waspada

Saat ini, pihak P2BK bersama Forkopimcam Gegerbitung, Satpol PP, serta unsur TNI dan Polri masih melakukan pemantauan di lokasi. 

Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

​"Kami masih melakukan penghitungan kerugian secara mendalam. Warga kami minta untuk selalu waspada terhadap potensi luapan susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi," tutupnya.