Terseret Arus Sungai, Bocah 6 Tahun di Bengkayang Kalbar Ditemukan Meninggal

Tim SAR menemukan seorang bocah berusia enam tahun dalam keadaan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain di aliran sungai.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 00:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suasana Desa Seles, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat berubah muram pada Rabu (17/12/2025). Tim SAR Gabungan menemukan Afry, bocah lelaki usia enam tahun dalam kondisi wafat di aliran sungai desa setempat sekitar pukul 11.00 WIB. Penemuan tersebut menutup harap keluarga sekaligus warga setelah dua hari pencarian intensif.

Sungai desa, lokasi bermain sehari hari, mendadak menjadi saksi peristiwa pilu. Tangis pecah saat kabar kepastian tiba. Warga berkumpul di tepi sungai, sebagian menunduk, sebagian memeluk keluarga korban.

Peristiwa bermula pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Afry bermain bersama teman sebaya di pinggir sungai Desa Seles. Aktivitas tersebut lazim dilakukan anak-anak setempat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak I Made Junetra mengungkap kronologi awal. “Diduga korban terpeleset lalu terseret arus sungai hingga tenggelam,” ujar Junetra saat memberikan keterangan resmi pada Rabu (17/12/2025).

Warga setempat segera bergerak melakukan pencarian mandiri. Penyisiran dilakukan di sekitar titik awal jatuh. Upaya spontan tersebut belum membuahkan hasil. Keluarga kemudian melapor ke Kantor SAR Pontianak demi penanganan terkoordinasi.

Operasi SAR resmi berlangsung dua hari mulai Selasa hingga Rabu. Tim SAR Gabungan melibatkan Basarnas Pontianak, aparat setempat, relawan, serta masyarakat desa.

Metode pencarian fokus pada penyisiran permukaan sungai sejauh tiga Nautical Mile ke arah hilir dari lokasi awal peristiwa. Arus sungai cukup deras. Air keruh menyulitkan jarak pandang. Meski demikian, tim tetap bergerak sistematis.

Perahu karet digunakan untuk menyisir alur utama serta tepian sungai. Komunikasi antar unsur berjalan intens demi menjaga efektivitas pencarian.

Junetra menegaskan dedikasi seluruh personel. Pencarian dilakukan tanpa henti sejak pagi hingga siang hari. Setiap petunjuk sekecil apa pun diperiksa secara cermat.

 

Detik-Detik Penemuan

Rabu pukul 11.00 WIB, titik terang akhirnya muncul. Afry ditemukan pada koordinat nol derajat lima puluh enam menit tiga belas detik lintang utara serta seratus sembilan derajat tiga puluh tujuh menit lima detik bujur timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar dua koma enam empat Nautical Mile ke arah hilir dari titik awal tenggelam.

“Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi lalu diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Junetra.

Proses evakuasi berlangsung lancar. Tangis keluarga mengiringi penyerahan jenazah. Warga membantu prosesi kepulangan korban menuju rumah duka.

Penemuan tersebut menandai akhir Operasi SAR. SAR Mission Coordinator mengusulkan penutupan operasi.

Seluruh unsur terlibat kembali ke kesatuan masing-masing. Basarnas Pontianak menyampaikan terima kasih atas dedikasi serta kerja sama semua pihak selama proses pencarian.

Basarnas turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Afry. Imbauan kewaspadaan kembali ditegaskan. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan anak saat beraktivitas di sekitar perairan desa, terutama sungai dengan arus deras.

Peristiwa ini meninggalkan luka kolektif bagi Desa Seles. Sungai kembali mengalir tenang, namun kenangan pahit tertinggal. Warga setempat berharap tragedi serupa tak terulang, sekaligus menjadikan musibah ini pelajaran penting tentang keselamatan anak di lingkungan alam terbuka