Warga Cidahu Resah, Pembalakan Liar di Hutan Gunung Salak Sukabumi Ancam Ketersediaan Air Bersih

Tokoh masyarakat, Jumroni (50), menegaskan betapa pentingnya hutan tersebut bagi kehidupan mereka.

Diterbitkan 17 November 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat dibuat waswas akan ancaman bencana ekologis yang ditimbulkan akibat pembalakan pohon di hutan Blok Cangkuang Gunung Salak, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Masyarakat setempat merasa khawatir bahwa kerusakan yang diakibatkan oleh para pelaku tidak bertanggung jawab ini akan mengancam kelestarian hutan dan ketersediaan air bersih, serta memicu potensi bencana alam.

Tokoh masyarakat, Jumroni (50), menegaskan betapa pentingnya hutan tersebut bagi kehidupan mereka. "Kami sebagai warga Cidahu hanya ingin hutan Blok Cangkuang dipulihkan secepatnya. Kerusakan yang terjadi bukan hal kecil, karena wilayah itu adalah sumber air bagi tiga kecamatan. Kalau hutan rusak, kehidupan kami juga terancam," kata Jumroni dikonfirmasi pada Senin (17/11/2025).

Blok Cangkuang diketahui merupakan salah satu sumber air vital bagi tiga kecamatan di kaki Gunung Salak. Oleh karena itu, warga menilai pemulihan kawasan ini adalah kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda. 

Tuntutan warga mencakup rehabilitasi hutan, penataan kembali area yang rusak, dan penguatan pengawasan untuk mencegah aksi pembalakan liar terulang.

Warga juga mendesak adanya tindakan hukum yang tegas terhadap perusak lingkungan ini. "Kami juga meminta aparat menindak tegas para pelaku pembalakan liar. Jangan sampai mereka yang merusak dibiarkan, sementara warga yang menjaga lingkungan tidak mendapatkan perlindungan," tegasnya.

Mereka berharap pemerintah daerah dapat mencontoh semangat pengelolaan hutan yang partisipatif, seperti yang diterapkan pada masa mantan Menteri Bustanil Arifin, demi keberlanjutan sumber air dan ekosistem.

"Dulu, saat pengelolaan masih mendapat perhatian dari almarhum Menteri Bustanil Arifin, masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Program berjalan jelas, kami diajak terlibat, dan lingkungan dijaga bersama. Kami berharap pola seperti itu bisa kembali diterapkan," ungkap dia.

Desak Pemerintah Turun Tangan

Sementara itu, Rozak Daud dari Tim Advokasi Warga Cidahu meminta perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap sikap Kepala Desa Cidahu yang dianggap acuh dan melakukan pembiaran atas kerusakan lahan.

"Pemerintah daerah jangan diam. Kades Cidahu harus diingatkan, karena pembiaran sama saja dengan ikut merusak," tutur Rozak.

Ia juga mendesak aparat kepolisian serta instansi berwenang untuk segera mengungkap dan menindak pihak-pihak yang terlibat dalam pengrusakan hutan di kawasan Blok Cangkuang.

"Kita percaya Tim Kepolisian akan segera mengurai untuk mengungkap baik aktor maupun pelaku yang melakukan kejahatan lingkungan di Blok Cangkuang," ucapnya. 

Rozak menjelaskan, diungkapnya kasus ini dapat memberikan hukuman yang setimpal terhadap siapapun pelakunya, 

“Maka kepolisian telah menyelamatkan masa depan kehidupan manusia,” tambahnya.

 

Penjelasan Polisi

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, IPTU Hartono, menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dugaan kasus pembalakan liar di Gunung Salak Sukabumi.

"Tim Tipiter sudah turun langsung ke lokasi (Blok Cangkuang Cidahu) untuk mengecek," ujar IPTU Hartono. 

Saat ini, kepolisian sedang berupaya mengumpulkan bahan keterangan dari berbagai pihak guna kepentingan penyelidikan. "Untuk penyelidikan juga sedang berjalan," sambung dia.