Sampah di Jabar Kembali Menggunung, Bagaimana Solusinya?

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama stakeholder terkait saat ini tengah meramu solusi untuk mengatasi permasalahan sampah.

Diterbitkan 14 November 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama stakeholder terkait saat ini tengah meramu solusi untuk mengatasi permasalahan sampah. Terlebih saat ini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dinilai sudah tidak layak untuk terus menerus menampung sampah.

"Saya katakan belum optimal, buktinya ini (sampah) masih terus, masalah lagi, masalah lagi," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (14/11/2025).

Erwan mendorong kepada seluruh kepala daerah untuk segera melakukan kordinasi guna merumuskan masalah sampah. Erwan pun tidak ingin sampah menjadi pembahasan berulang di wilayah aglomerasi Bandung Raya.

"Para kepala daerah Bandung Raya ini memang harus segera berkumpul segera merumuskan apa yang paling tepat untuk permasalahan sampah ini. Jangan sampai setiap tahun permasalahannya itu lagi, itu lagi. Jangan sampai kita masalah itu terus hanya masalah sampah sampah," jelas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, pihaknya mendukung berbagai rencana untuk mengatasi permasalahan sampah. Termasuk dengan usulan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tentang TPA Sarimukti untuk dijadikan lokasi pelaksanaan program Waste To Energy (WTE) dengan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).

"Sampah kan memang dari dulu ya persoalan Bandung Raya ini belum terselesaikan. Ada beberapa opsi teknologi pengolahan sampah yang saat ini juga belum beres. Ya, problem dari mungkin 10 tahun yang lalu saya jadi anggota Komisi 4 di DPR RI," kata Ono di tempat yang sama.

Dia mengatakan, sejumlah rencana untuk mengatasi sampah hingga kini belum juga terealisasi. Ono menilai, pihak terkait seharusnya segera mencari penyebab rencana-rencana tersebut belum bisa berjalan sehingga sampah kembali menumpuk.

"Kita semua tahu kan listrik Indonesia didominasi oleh PLN. Padahal kita mempunyai sumber energi ya selain batu bara dan yang lainnya seperti misalnya surya, air, sampah, geotermal, dan lain-lain," ucap Ono.

 

Duduk Bareng

Ono pun berencana akan segera berdiskusi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membahas permasalahan sampah. Menurutnya, kendala yang menghambat penyelesaian masalah sampah perlu segera diselesaikan.

"Saya nanti saya dengan pak Gubernur, kita diskusi apakah kita akan ontrog (kejar) Kementerian ESDM kalau memang sumbernya di sana. Apa problemnya? Beberapa kementerian juga termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, ayo kita bareng-bareng menyelesaikan. Sampah yang juga tidak membebani APBD ya, sudah dengan pihak ketiga, ya jangan lagi dihambat," jelas dia.

Menurutnya, hadirnya PSEL nanti dapat memberikan banyak manfaat untuk masyarakat di Jawa Barat. Oleh karenanya, dia berharap pemerintah maupun pihak terkait tidak mempersulit soal perizinan pengolahan sampah menjadi energi.

"Menjadi sumber listrik untuk bisa dijadikan potensi yang sangat baik terkait kebutuhan listrik di wilayah Jawa Barat. Di mana PLN sebagai perusahaan listrik negara yang bisa melakukan monopoli. Ya apa masalahnya, harusnya kan tidak ada, harusnya kan perizinan tidak dipersulit," kata Ono.

Â