Wali Kota Bontang Raih Penghargaan Inovasi Ekologi Terbaik, Perkuat Komitmen Kota Industri Ramah Lingkungan

Penghargaan ini diberikan karena keberhasilannya mengimplementasikan kebijakan hijau dan penguatan lingkungan hingga ke pelosok masyarakat.

Diterbitkan 09 November 2025, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang- Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, meraih penghargaan Best Sustainable Ecology Innovation pada The Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) 2025 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/11/2025). Penghargaan ini diberikan karena keberhasilannya mengimplementasikan kebijakan hijau dan penguatan lingkungan hingga ke pelosok masyarakat.

Dalam kepemimpinanya di Bontang, Neni dinilai berhasil dalam mewujudkan berbagai kebijakan yang mendukung keberlangsungan lingkungan. Seperti berinovasi dalam mewujudkan indeks standar pencemaran lingkungan, adanya peringatan banjir, hingga ruang terbuka hijau di wilayah tersebut mencapai 48 persen dari total luas wilayah Bontang.

Menurut Neni, penghargaan ini tidak lepas dari peran aktif seluruh pihak. Mulai dari kebiasaan masyarakat, industri yang ada di Bontang, hingga pemerintah daerah melalui kebijakan-kebijakan yang dilahirkan.

"Tentunya kita berkomitmen dalam pelestarian lingkungan, suka tidak suka, mau tidak mau, Kota Bontang sudah ditetapkan sebagai Kota Industri, kita banyak industri besar, tentunya kita tetap komitmen dalam pelestarian lingkungan,"ujar Neni, saat ditemui seusai penghargaan berlangsung.

Peran aktif perusahaan industri itupun dilakukan oleh pemerintah daerah dalam pelestarian lingkungan. Seperti penanaman pohon, menanam mangrove, pengelolaan sampah, hingga mempertahankan ruang terbuka hijau sampai 48 persen dari luas wilayah di Bontang.

"Kami juga terus menurunkan emisi gas rumah kaca, bagaiamana kita juga komitmen dalam pengelolaan penanganan sampah. Jadi urus sampah sendiri, dari rumah,"ujarnya.

Dorong Komitmen Pelestarian Lingkungan

Dengan penghagaan ini, Neni berharap, masyarakat Bontang tetap komitmen dalam mengelola lingkungan dan sampah sendiri. Juga dalam upaya pelestarian lingkungan di Bontang, agar tetap lestari di tengah kota industri.

Sementara, Mira Tayyiba Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital (Dirjen Teknodigi) di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengatakan, ke depannya diharapkan pemerintah kota dan kabupaten bisa memperluas proses bisnis, tata kelola data, keamanan cyber, dan meningkatkan produktifitas di wilayahnya.

"Mari kita jadikan momentum ini sebagai memperkuat kolaborasi, mempercepat inovasi, dan transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Â