SPBU Rajawali Bantah Jual Pertalite Campur Air, Sebut Botol Saat Sidak Wakil Walkot Surabaya Dibawa dari Luar

Mereka menepis pernyataan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang membawa sampel BBM dalam botol air mineral.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 22:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Surabaya- SPBU Pertamina di Jalan Rajawali, Surabaya, membantah bahwa BBM Pertalite yang diduga bercampur air dibeli dari tempat mereka. Mereka menepis pernyataan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang membawa sampel BBM dalam botol air mineral.

Supervisor SPBU Rajawali, Budi Susetyo mengungkapkan, wawali yang akrab disapa Cak Ji saat itu sedang melakukan sidak dan menunjukkan botol berisi campuran cairan dua warna yang didapat dari pengemudi Ojek Online (Ojol) yang sedang mengantri mengisi BBM.

"Saya selama satu hari penuh melihat rekaman CCTV dan hasilnya tidak melihat pengemudi ojol membeli Pertalite yang dimasukkan ke dalam botol air mineral," ujarnya, Jumat (31/10/2025).

"Jadi kemungkinan besar sampel Pertalite yang bercampur air seperti yang disampaikan oleh Cak Ji tersebut tidak membeli di SPBU Rajawali alias sudah dibawa dari luar," tambah Budi.

Budi mengatakan, pengendara sepeda motor atau pengemudi ojol tersebut langsung pergi setelah menunjukkan botol Pertalite bercampur air kepada Armuji.

“Setelah nunjukin botol ke Cak Ji, botolnya diambil lagi, terus orangnya kabur, enggak jadi isi bensin. Dan saat saya tanya belinya di mana, orang tersebut tidak menjawab dan langsung pergi," ucapnya.

Tetap Beri Ganti Rugi ke Driver Ojol

Budi menduga cairan dalam botol itu sengaja dibuat-buat. “Dari visualnya kelihatan kayak air dicampur Pertalite. Kalau etanol itu biasanya putih keruh dan kental, bukan bening seperti itu," ujarnya.

Budi menyebut, pihaknya tetap menindaklanjuti laporan dua pengemudi ojol lainnya, yang mengaku bahwa motornya mogok setelah mengisi BBM pertalite di tempatnya.

"Dua orang itu telah mendapat penggantian biaya perbaikan setelah diverifikasi dan dilaporkan ke Pertamina," ucapnya.

Budi juga mengimbau warga agar selalu meminta nota pembayaran setiap kali mengisi BBM sebagai bukti untuk pengaduan.

"Kami bekerja sama dengan empat bengkel Ahass rujukan di Surabaya sebagai kompensasi jika ada kerusakan akibat dugaan BBM bermasalah," ujarnya.

Polisi Sudah Periksa Tangki BBM, Hasilnya Aman

Selain itu, lanjut Budi, Polrestabes Surabaya juga sudah memeriksa tangki pendam dan dispenser BBM di SPBU Rajawali dan menyatakan seluruh bahan bakar dalam kondisi aman.

“Tadi dari Polrestabes ke sini, hasilnya semua BBM aman,” ujarnya.

Budi menambahkan, isu ini sempat membuat penjualan Pertalite menurun, namun tidak signifikan.

“Ada penurunan, tapi enggak besar. Malah sekarang banyak yang antre beli Pertamax,” ucapnya.