Liputan6.com, Jakarta Dua kasus tragis yang menimpa anak kecil, tertimpa kentongan dan terjatuh ke laut, baru-baru ini menjadi sorotan publik. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang perasaan, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi para orang tua tentang betapa cepatnya situasi bisa berubah menjadi berbahaya, ketika anak-anak dibiarkan tanpa pengawasan.
Dalam hitungan detik, rasa penasaran seorang anak terhadap bunyi atau gerakan di sekitarnya dapat berujung pada petaka yang tak terbayangkan.
Kejadian tersebut menggambarkan realitas bahwa lingkungan sekitar, menyimpan potensi bahaya yang kerap dianggap sepele. Bagi anak-anak, dunia adalah tempat penuh hal menarik untuk dijelajahi, namun tanpa pemahaman akan risiko, setiap hal baru bisa menjadi ancaman.
Advertisement
Di sinilah peran orang tua sangat krusial, bukan hanya dalam menjaga jarak fisik anak dari bahaya, tetapi juga dalam menanamkan kesadaran sejak dini mengenai keselamatan dan batas-batas bermain.
Dalam kasus anak enam tahun tertimpa kentongan, cerita bermula ketika korban bernama Ayunda Iswari Sekar Kinanti (6) bersama keluarga datang ke rumah makan Kopi Ingkar Janji, Kulon Progo, Minggu (19/10/2025).
Bocah perempuan asal Bantul itu tewas usai tertimpa kentongan kayu yang sebelumnya dibuat bermain-main ayunan.
Kentongan kayu berukuran tinggi 2 meter dan lebar 1 meter itu bagian dari property milik Rumah Makan Kopi Ingkar Janji.
Kinanti dinyatakan tewas setelah mendapatkan perawatan di RS PKU Nanggulan.
“Kami terpukul atas kejadian ini. Sekarang kami tengah fokus mengupayakan apa yang terbaik bagi keluarga almarhum. Kami siap bertanggung jawab,” kata Manajer RM Kopi Ingkar Janji Muhammad Arif Ridho.
Di kasus kedua, seorang anak perempuan bernama Andini (4) terjatuh dari perahu jolloro di perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Senin (27/10/2025) sore.
Peristiwa nahas itu terjadi saat kapal yang ditumpangi Andini bersama kedua orang tuanya berlayar dari Pulau Bangko-bangkoang menuju Pulau Karanrang. Diduga, Andini terjatuh di tengah perjalanan sekitar pukul 15.00 WITA.
Ironisnya, tak ada saksi mata yang melihat saat bocah itu terjatuh. Kedua orang tuanya baru menyadari Andini hilang setelah terbangun dari tidur ketika kapal berada di sekitar Pulau Kulambing dan Pulau Laiya.
Pihak keluarga langsung meminta bantuan Basarnas untuk melakukan pencarian. Basarnas sendiri kini telah mengirim tim untuk melakukan pencarian.
"Kami segera mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi untuk melakukan pencarian," kata Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh. Arif Anwar, Selasa (28/10/2025).
Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian masih berlangsung dan difokuskan di perairan antara Pulau Kulambing dan Pulau Laiya, lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.
Lebih dari sekadar insiden, dua kasus ini seharusnya menjadi titik refleksi bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan dan tanggung jawab bersama terhadap keselamatan anak.
Pengawasan tidak boleh dianggap remeh, terutama di lingkungan yang berdekatan dengan laut, sungai, atau area berbahaya lainnya. Edukasi, kesiapsiagaan dan komunikasi antara orang tua, keluarga, serta komunitas sekitar menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa terjadi kembali.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385874/original/021660600_1760947380-1000584099.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8225844/original/010332600_1781085963-Sampah_Bantul.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8086759/original/053707000_1780933779-newsCover_2026_6_8_1780915267641-a2fh7.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7768350/original/097579900_1780579227-2a97b4c2-dcb0-4631-a2e5-976632386cfe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7740997/original/051500500_1780547915-pelaku_lakban_anak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7688762/original/060008000_1780485779-Bayi_ditemukan_dalam_kondisi_mulut__tangan_dan_kaki_dilakban.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7533143/original/012341800_1780307357-IMG_20260220_205157.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7104172/original/054085000_1779887132-1000002185.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/841074/original/043449200_1427849727-sri_sultan_hb_x.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6491299/original/013982300_1779349202-Rekomendasi_Bakso_Enak_di_Kasihan__Bantul.jpg)