Fakta-Fakta Penyebaran Video Porno Guru dan Siswi Pakai AI, Seret Anak Polisi Alumnus SMA di Semarang

Sebagian besar korban adalah siswi dan guru SMAN 11 Semarang. Sementara namun pelaku sendiri sudah berstatus alumni. Kondisi ini menyebabkan pendataan berjalan lambat.

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 12:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Fakta baru terungkap dari kasus penyebaran foto dan video tidak senonoh hasil editan kecerdasan buatan (AI). Kasus ini menyeret alumnus SMA Negeri 11 Semarang atas nama Chiko Radityatama Agung Putra.

Kasus ini menjadi perbincangan setelah foto dan video asusila hasil rekayasa AI yang menampilkan wajah para siswi dan guru SMA 11 Semarang. Hasil investigasi awal, pelaku diduga menggunakan teknologi AI dengan menempelkan wajah para korban ke tubuh orang lain dalam konten pornografi.

Salah satu korban dalam kasus ini berasal dari kalangan alumni sekolah yang kini berstatus mahasiswi.

"Jadi yang teman SMA itu infonya mahasiswi, dan sedang menjalankan ujian tengah semester," kata Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jawa Tengah, Eka Suparti.

Namun demikian, untuk laporan resmi ke UPTD PPA pihaknya masih menunggu.

“Kami tidak bisa memaksa korban untuk melapor. Kami hanya berusaha mencegah agar anak-anak tidak menjadi korban perkembangan teknologi,” ujar Eka.

Korban Masih Tahap Identifikasi

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi lanjutan.

“Masih identifikasi dan investigasi, masih kumpulkan korban-korban,” kata Ema.

Menurut Ema, sebagian besar korban adalah siswi dan guru SMAN 11 Semarang. Sementara namun pelaku sendiri sudah berstatus alumni. Kondisi ini menyebabkan pendataan berjalan lambat.

“Karena korban-korban yang kuliah masih midsemester, jadi belum bisa ketemu. Mereka minta waktu,” ujarnya.

DP3AP2KB telah menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng untuk memastikan pendampingan psikologis bagi para korban.

“Karena tidak semua korban mau hadir, jadi masih kita sisir satu per satu,” pungkas Ema.

Anak Polisi

Belakangan diketahui pelaku merupakan anak dari pasangan polisi yang telah lama bercerai.

"Sudah saya tanyakan ke ibu kepala sekolahnya, memang kedua orangtuanya dari kepolisian, baik bapak maupun ibunya," ujar Eka, Kamis (16/10).

Informasi dihimpun kedua orang tua Chiko telah berpisah sejak ia duduk di bangku kelas 5 SD. Kini, Chiko tinggal bersama ibunya.

“Sekarang ikut ibunya. Apakah masih ada komunikasi dengan bapaknya, belum terinfo hingga saat ini,” tambahnya.

Reporter Kontributor: Danny Adriadhi Utama/merdeka.com