Efek Kebijakan Bupati, PKL Pantai Boom Tuban Terpuruk hingga Meninggal Diduga Depresi

Kebijakan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, yang merelokasi para pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan alun-alun ke area Pantai Boom, kini berbuntut panjang.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tuban - Kebijakan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, yang merelokasi para pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan alun-alun ke area Pantai Boom, kini berbuntut panjang. Alih-alih membawa perubahan positif, kebijakan tersebut justru meninggalkan duka dan kesulitan mendalam bagi para pedagang kecil.

Sejak dipindah awal tahun, ratusan PKL mengaku mengalami penurunan pendapatan drastis lantaran sepinya pengunjung di lokasi baru. Bahkan, di tengah tekanan ekonomi yang kian menyesakkan, satu pedagang dikabarkan meninggal dunia diduga akibat depresi karena dagangannya tak kunjung laku.

"Parah, sepi tidak ada pembeli. Sudah ada satu pedagang meninggal karena tak ada pemasukan," ungkap Imam, salah satu koordinator PKL Pantai Boom, Senin (6/10/2025).

Menurut Imam, almarhum semasa hidupnya kerap mengeluh karena tak mampu lagi memenuhi kebutuhan rumah tangganya, termasuk membelikan perlengkapan sekolah bagi anaknya. Kondisi itu, kata Imam, sudah disampaikan ke pihak dinas, namun tak mendapat perhatian berarti.

"Instansi tidak peduli. Kami sudah melapor, tapi tidak ada tanggapan. Padahal ada pedagang meninggal karena (stres) anaknya sekolah tapi tidak mampu membiayai karena jualannya sepi," tuturnya dengan nada getir.

Tak hanya satu, ia pun membeberkan kisah getir banyak pedagang kini terpaksa menjual barang-barang berharganya demi bertahan hidup. Beberapa bahkan melepas sepeda motor, hasil kerja keras bertahun-tahun, demi untuk menutupi kebutuhan makan sehari-hari.

"Ada juga yang akhirnya pergi ke Malaysia. Karena kalau tetap jualan di sini, tidak bisa diharapkan apa-apa," tambah Imam lirih.

Imam kemudian mengingat kembali janji awal pemerintah daerah. Saat pertama kali relokasi diberlakukan, para PKL dijanjikan hanya akan menjalani uji coba dua bulan di area parkir Pantai Boom.

Namun kenyataannya, sudah sepuluh bulan berlalu, tanpa adanya evaluasi atau solusi konkret. “Dulu katanya uji coba dua bulan, tapi sampai sekarang tidak ada evaluasi. Sudah sepuluh bulan, kondisi makin sepi, perekonomian makin terpuruk,” keluhnya.

Ratusan PKL kini berharap bisa kembali berjualan di sekitar alun-alun Tuban. Dimana, lokasi itu yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama mereka.

"Harapan kami, semoga keluhan ini didengar. Kami mohon belas kasihan dan Mas Bup," ujar Imam.

 

Ancam Gelar Demo

Sebagai bentuk keprihatinan, para PKL berencana menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (7/10/2025). Aksi itu digelar agar aspirasi mereka didengar langsung oleh Bupati Tuban.

"Tak ada pilihan lain, besok kami akan demo," tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Komisi III DPRD Tuban mengaku telah melakukan hearing bersama PKL dan pihak eksekutif untuk mencari solusi terbaik atas persoalan ini.

"Kita mendorong agar Pemkab segera mengambil langkah konkret. Masukan dari PKL sudah kita catat untuk bahan rekomendasi ke depan," ungkap Lucky, anggota Komisi III DPRD Tuban.

Namun, ketika persoalan ini dikonfirmasi ke pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Tuban, tanggapan yang muncul justru terkesan saling lempar tanggung jawab.

"Ngapunten (mohon maaf), monggo (silakan) ke Diskominfo saja, mas," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan, (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Gunadi.

Kondisi lepas tangan itu juga terlihat dari Arif Handoyo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Tuban. Ia pun pilih diam dan belum memberikan jawaban meski telah dikonfirmasi melalui pesan singkat.