Tersesat Berjam-jam di Gunung Gede, Dua Pendaki Remaja Ditemukan Tertidur di Bawah Pohon Puspa

Dua pendaki remaja, Darel dan Amar (15 tahun) berhasil ditemukan tim SAR gabungan setelah tersesat selama berjam-jam di Gunung Gede, Sukabumi.

Diterbitkan 29 September 2025, 00:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Drama pencarian dua pendaki remaja, Darel dan Amar (15 tahun), berakhir setelah keduanya berhasil ditemukan tim SAR gabungan usai tersesat selama berjam-jam di Gunung Gede, Sukabumi.

Keduanya mulai mendaki pada Sabtu (27/9/2025) dini hari melalui Jalur Selabintana dan nekat masuk melalui jalur terlarang (ilegal), yang disinyalir menjadi penyebab utama mereka kehilangan arah.

Kedua pelajar SMK ini memulai pendakian pada pukul 00.00 WIB. Pihak keluarga yang khawatir karena tidak kunjung mendapat kabar, segera melapor ke Kantor Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Selabintana pada sore harinya. 

Laporan ini didapat setelah kekasih Darel sempat berkomunikasi dengan korban saat sinyal masih ada.

Menurut Adji, relawan dari Volunteer Panthera, tim gabungan yang terdiri dari relawan, petugas TNGGP, dan keluarga, langsung memulai operasi pencarian sekitar pukul 19.00 WIB.

Setelah melakukan penyisiran intensif selama beberapa jam, Darel dan Amar akhirnya ditemukan sekitar pukul 22.30 WIB. 

Keduanya ditemukan dalam kondisi tertidur pulas di bawah satu-satunya pohon puspa terbesar di area sebelum Simpang Gondrong. 

"Ketemu dalam kondisi tidur dengan kondisi aman," jelas Adji, dalam keterangannya Minggu (28/9/2025).

 

Tersesat di Jalur Ilegal

Usut punya usut, mereka tersesat setelah tidak menemukan jalur sejak pukul 10.00 WIB. Selain itu, mereka mengaku sempat mengalami kejadian mistis di tengah hutan sebelum akhirnya memilih diam di tempat.

Saat ditemukan, kondisi fisik kedua pendaki sehat dan sadar. Mereka segera dievakuasi ke Kantor Resor PTN Selabintana untuk beristirahat. 

Keduanya dijemput keluarga pada Minggu (28/9/2025) pagi pukul 08.00 WIB.

Menanggapi insiden ini, pihak relawan mengimbau tegas kepada seluruh calon pendaki untuk tidak pernah mencoba memasuki jalur ilegal mana pun. 

"Jalur terlarang sangat berbahaya dan beresiko bisa kesasar," tutup Adji.