Anjing Pelacak Dikerahkan Cari Korban Ruko Ambruk saat Banjir Denpasar

Kepala Tim SAR 115, Brama Budianto Darsono, mengatakan saat ini diduga masih ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Diterbitkan 10 September 2025, 21:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan pasang mata tampak menatap ke arah tepi Sungai Tukad Badung di Jalan Hasanudin, Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). Lumpur, ranting, dan sampah berserakan di jalanan setelah hujan deras mengguyur wilayah Bali sejak Selasa (9/9/2025), yang menyebabkan banjir melanda Kota Denpasar dan sekitarnya.

Salah satu titik yang menyita perhatian warga adalah ambruknya bangunan ruko di tepi Tukad Badung. Bangunan tersebut runtuh akibat derasnya aliran sungai yang meluap.

Kepala Tim SAR 115, Brama Budianto Darsono, mengatakan saat ini diduga masih ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

"Dari pihak keluarga yang ada di toko Tasnim, mereka memperkirakan keluarga korban masih ada di dalam gedung," jelas Brama saat ditemui di lokasi.

Total korban dari bangunan yang rubuh tercatat sebanyak enam orang. Dari jumlah tersebut, empat orang merupakan pemilik Toko Centrum. Dua berhasil ditemukan selamat, sementara dua lainnya meninggal dunia. Sedangkan dua korban lainnya, pemilik Toko Tasnim, masih dalam pencarian.

 

Evakuasi Belum Dilakukan

Namun, proses evakuasi belum bisa dilakukan karena kondisi bangunan yang rapuh.

"Kami belum bisa melakukan antisipasi karena posisi gedung masih labil (rapuh) yang akan berakibat membahayakan teman-teman yang melakukan rescue," tambahnya.

Untuk mengatasi keterbatasan itu, tim di lapangan mengandalkan anjing pelacak (SAR Dog) guna menemukan dua korban yang diperkirakan terjebak di dalam gedung.

 

Evakuasi Korban Banjir

Sementara itu, evakuasi korban banjir di Denpasar dan sekitarnya telah dilakukan sejak pukul 04.00 WITA oleh Tim SAR Gabungan Bali. Brama menjelaskan, derasnya banjir dipicu tingginya curah hujan serta dibukanya sejumlah pintu air.

"Yang pasti karena curah hujan tinggi, dari apa namanya dari hulu juga ya di atas itu air cukup deras. Kemudian dam-dam itu kan pintu-pintu air banyak dibuka, jadinya debit airnya itu cukup besar," ujarnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban yang berhasil dievakuasi di Denpasar dan sekitarnya mencapai 151 orang. Dari jumlah tersebut, 142 orang dinyatakan selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 6 orang masih dalam pencarian.