Alami Patah Tulang Wajah hingga Trauma Kepala, 3 Korban Majelis Taklim Ambruk di Bogor Dirujuk ke RSCM

Belasan korban tertimpa bangunan Majelis Taklim Asohibiyya, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, masih menjalani rawat inap di RSUD Kota Bogor.

Diperbarui 08 September 2025, 16:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bogor - Belasan korban tertimpa bangunan Majelis Taklim Asohibiyya, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, masih menjalani rawat inap di RSUD Kota Bogor.

Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir, mengatakan dari total 42 pasien yang awalnya ditangani, saat ini tinggal 14 pasien yang masih dalam perawatan.

"Dari 42 pasien, sekarang yang tersisa di ruangan-ruangan dari yang 14 itu," kata Ilham Chaidir, Senin (8/9/2025).

Ilham juga mengatakan, 25 pasien lainnya telah dipulangkan, sementara tiga korban dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Ketiga pasien dewasa yang semuanya wanita ini harus dirujuk ke rumah sakit tipe A karena mengalami luka berat dan komplikasi yang tidak dapat ditangani di RSUD Kota Bogor.

"Ada tiga pasien yang kita rujuk. Keadaannya berat. Jadi kita tidak bisa menangani, harus ke rumah sakit rujukan tipe A di RSCM," ungkapnya.

Luka-luka yang diderita pasien yang dirujuk tersebut termasuk patah tulang di wajah, trauma kapitis atau cedera kepala berat, serta patah tulang kosta (tulang rusuk) dan kekhawatiran akan cedera organ dalam.

"Karena satu patah tulang di wajah, kemudian trauma kapitis ya, trauma kepala berat, cedera kepala berat, kemudian juga patah banyak ya," rinci Ilham.

Sementara itu, saat ini masih ada dua pasien lagi yang berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan sedang dalam proses evaluasi apakah bisa dipulangkan atau memerlukan perawatan lebih lanjut. Ilham berharap semua pasien dapat segera pulih dan pulang ke rumah.

Ilham memastikan penanganan pasien korban majlis taklim ambruk akan mendapatkan perawatan medis yang maksimal. Perihal pembiayaan, seluruh pasien akan ditanggung Pemprov Jabar dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Tadi Pak Gubernur menyatakan kesediaannya untuk pembiayaan medis, akan menjadi tanggung jawab dari Pemprov Jabar. Sebelumnya, pak Wabub Ade Ruhandi juga menyatakan hal serupa dalam kunjungannya melihat pasien korban Majlis Taklim yang terkena musibah," tutup Ilham.

 

Kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengunjungi RSUD Kota Bogor untuk meninjau langsung kondisi pasien korban insiden ambruknya bangunan Majlis Taklim Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Senin (8/9/2025).

Tak hanya itu, kunjungan Dedi Mulyadi juga untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi para korban berjalan optimal.

"Kehadiran saya di sini untuk memastikan bahwa pelayanan terhadap para korban dari ambruknya majelis taklim saat maulid dapat berjalan dengan baik. Saya ingin pastikan semua pasien ditangani dengan baik," ucapnya.

Sejauh ini, penanganan korban telah dilakukan secara menyeluruh, bahkan beberapa pasien dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang atau menjalani pengobatan jalan, dan sisanya masih menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor.

"Yang terpenting adalah masyarakat cepat sembuh. Soal teknis penanganan, kita serahkan ke tenaga medis," jelasnya.

Dedi Mulyadi menyatakan Pemprov Jabar akan menanggung seluruh biaya perawatan para korban.

"Seluruh biaya perawatan ditanggung Pemprov Jabar. Kita hadir untuk menyelesaikan semua masalah publik," katanya.

Sebelumnya, bangunan Majelis Taklim Asohibiyya di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, saat ratusan ibu menggelar kegiatan Maulid Nabi pada Senin (7/9/2025).

Akibat kejadian ini, empat jemaah tewas dan lebih dari 85 orang yang umumnya perempuan luka-luka.

Sebagian besar korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Para korban ada yang dirawat di RSUD Kota Bogor, RS PMI, RS Medika Dramaga dan beberapa rumah sakit lainnya. 

Â