Jeritan Histeris Ibunda Peluk Erat Foto di Samping Jasad Prada Lucky: Mama Sudah Datang Nak

Tangis ibu Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), Sepriana Paulina Mirpey, pecah. Di samping jenazah, dia duduk sambil memeluk erat foto sang putra.

Diperbarui 08 Agustus 2025, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Tangis ibu Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), Sepriana Paulina Mirpey, pecah. Di samping jenazah, dia duduk sambil memeluk erat foto sang putra.

Prada Lucky tewas diduga akibat dianiaya seniornya. Prada Lucky merupakan prajurit TNI AD yang bertugas di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Lucky, mama sudah datang ni nak, Lucky kan minta mama datang ke Nagekeo, mama sudah datang," ucap Sepriana sambil mengusap air matanya, Jumat (8/8/2025).

Sepriana mengungkap momen saat pertama kali Prada Lucky dianiaya seniornya. Saat itu, Prada Lucky dicambuk. Karena kesakitan, Prada Lucky melarikan diri dan mencari perlindungan di rumah ibu angkatnya. Di sana, luka-luka di tubuhnya dirawat seadanya dengan minyak dan kompres dingin.

"Dia lari ke bawah ke mama angkatnya, badannya hancur semua. Dari tangan, kaki, belakang," tuturnya pilu.

Prada Lucky juga mengungkapkan sosok yang menganiaya tak lain seniornya dari Bamak (Badan Pembinaan Hukum Militer) dan Dasintel (Komando Daerah Intelijen). Namun, Lucky tak sempat menyebut nama pelaku secara spesifik.

"Mama saya dipukul, dipukul sama Bamak, Dasintel, dan senior-senior lainnya," ujar Sepriana dengan suara bergetar.

Prada Lucky Pingsan, Badan Penuh Luka

Beberapa hari sebelum dinyatakan meninggal, Prada Lucky hanya terbaring lemah, tak sadarkan diri. Luka-luka membuat tubuhnya tak bisa bergerak sedikit pun.

Di tengah kondisi putranya yang kritis, sang ibu, Sepriana akhirnya tiba. Dia mendekat, memeluk tubuh anaknya yang penuh memar, dan membisikkan kata-kata penuh cinta.

"Bisik di telinga, saya bilang, Lucky, mama sudah datang. Mama sudah datang. Lucky kan minta mama datang lagi. Mama sudah datang," ucap Sepriana, suaranya tercekat.

Ayah Prada Lucky Ngamuk, Minta Pelaku Dihukum Mati

Ayah Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo yang juga merupakan anggota TNI AD meminta para pelaku yang menyiksa anaknya untuk dipecat dari TNI AD lalu diputus hukuman mati.

"Saya minta agar keadilan ditegakkan, ini menyangkut nyawa. Biar tidak ada Lucky-Lucky lain di kemudian hari," katanya.

Dia akan terus menuntut keadilan agar para pelaku dihukum mati.

"Saya tuntut keadilan pakai jalur hak asasi manusia, nyawa saya jadi taruhannya," ungkapnya.

"Kalau tidak ada keadilan, saya akan gali kembali kuburan untuk dibawa ke orang-orang yang paling bertanggungjawab," tegasnya.

Â