Ada 96 Kali Rentetan Gempa sebelum Guncangan Besar Magnitudo 6.0 di Poso

BMKG mencatat, Poso diguncang 96 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar magnitudo 5,5 dan terkecil magnitudo 1,8 sejak Kamis (24/7) malam hingga Jumat (25/7) pagi.

Diperbarui 25 Juli 2025, 14:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu mencatat, Poso diguncang 96 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar magnitudo 5,5 dan terkecil magnitudo 1,8 sejak Kamis (24/7) malam hingga Jumat (25/7) pagi. Gempa terbesar yang mengguncang Poso yakni magnitudo 6.0.

Kepala BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus mengatakan, BPBD Poso telah mendirikan posko pengungsian guna penanganan kondisi darurat. Sebanyak 609 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 2.011 jiwa warga mengungsi.

"Data sementara jumlah pengungsi di Desa Tokilo 184 KK atau 596 jiwa, kemudian Desa Tindoli 266 KK atau 887 jiwa, dan Desa Tolambo 159 KK atau 528 jiwa. Data ini sewaktu bisa berubah," tutur Akris dilansir Antara.

Ia menambahkan episenter gempa terletak pada koordinat 2,01 derajat LS dan 120,78 derajat BT atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Poso dengan kedalaman 10 kilometer.

Ia juga mengimbau warga tetap tenang dan tidak panik, serta tetap memperhatikan instruksi pemerintah bila sewaktu-waktu terjadi kondisi membahayakan keselamatan jiwa dari aktivitas gempa.

"Pastikan informasi yang disadur resmi dari pemerintah atau BMKG sebagai otoritas yang dipercayakan pemerintah dalam memantau aktivitas seismik. Jangan mudah percaya dengan informasi yang kebenarannya masih simpang siur," kata Akris.

Jumlah Rumah Rusak Bertambah

Sementara, jumlah rumah rusak di Kabupaten Poso bertambah akibat dampak gempa magnitudo 6.0 terjadi pada Kamis (24/7) Pukul 21.06 Wita.

"Data sementara jumlah rumah rusak sekitar 106 unit di Kecamatan Pamona Tenggara dan Pamona Selatan," kata Akris Fattah.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya terus melakukan asesmen lapangan bersama BPBD Poso serta pemerintah kecamatan dan desa yang terdampak.

Adapun 106 rumah rusak, lanjut dia, terdiri dari 14 rusak berat dan92 rusak ringan, termasuk satu unit gereja serta sekolah TK juga rusak.

"Sebelumnya dilaporkan pada Kamis malam tiga unit rumah rusak akibat dampak gempa. Data ini terus berkembang seiring kegiatan asesmen lapangan," ujarnya.

 

4 Desa Terdampak Gempa

Ia memaparkan dari peristiwa itu empat desa terdampak yakni Desa Tokilo (empat rumah rusak berat dan 21 unit rusak ringan), Desa Tindoli (10 unit rumah rusak berat dan 70 rumah rusak ringan), dan Desa Tolambo di Kecamatan Pamona Tenggara yang masih dalam pendataan dampak gempa.

"Satu rumah rusak ringan di Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan," ucapnya.